Berbagai macam anugerah di tahun ini
Nggak kerasa, liburan semester ini sudah hampir berakhir. Banyak sekali yang saya dapat dari awal tahun 2009 sampai sekarang. Saya harus bersyukur kepada Allah SWT atas segala karunia yang diberikan kepada saya. Mungkin di posting kali ini, hanya kejadian yang sangat berkesan saja yang saya tulis. Tapi sebenarnya masih banyak cerita indah yang mengisi hidup saya, yang nggak cukup kalau ditulis di posting ini. Dan tujuan utama tulisan ini bukan untuk bersombong dan bercongkak ria. Tapi untuk mengingatkan diri saya sendiri bahwa saya ini telah diberi anugerah luar biasa oleh Allah SWT, yang mungkin nggak didapatkan oleh setiap orang di dunia ini, atau paling nggak oleh orang-orang di sekitar saya.
Saya nulisnya nggak urut nih, soalnya sudah lupa waktu kejadiannya. Oke, diawali dengan kehidupan kuliah. Dari segi nilai sih, saya rasa biasa aja meskipun tetap masuk jajaran IP atas. Yang merupakan keistimewaan, saya dan salah seorang teman saya, mutiara, diminta menjadi perwakilan prodi dalam acara Forkomil (Forum Komunikasi Ilmiah) yang diadakan setiap hari Selasa di kampus saya. Padahal acara itu biasanya untuk dosen-dosen, tapi ada sesi dimana setiap prodi mewakilkan mahasiswanya untuk menjadi pembicara. Yang spesial, sang pembicara harus menggunakan bahasa Inggris. Suatu kebanggaan saya bisa bicara di depan para dosen. Topik yang saya angkat adalah tentang penggunaan CMS untuk membuat website.
Berikutnya, saya senang sekali karena artikel pertama saya terbit di PC Media seri 5-7. Cerita tentang artikel itu sudah saya posting sebelumnya. Tentu dengan terbitnya artikel itu, saya bisa mendapat penghasilan tambahan yang salah satunya saya pakai beli ampli gitar. Bersamaan dengan artikel itu, berita tentang lolosnya buku tulisan saya di BSNP menambah rasa gembira. Itu artinya buku pelajaran Teknologi Informasi kelas 8 penerbit PT Perca bisa diterbitkan, meskipun sedikit terlambat. Nah, berarti juga bakal dapat royalti sebagai penghasilan tambahan. Alhamdulillah.
Masih berhubungan dengan dunia IT saya. Meskipun nggak ada kelanjutan dari proyek desain baju, saya dapat tawaran dari seorang teman untuk mengerjakan Sistem Informasi Swalayan. Wow, suatu tantangan baru untuk saya karena saya belum pernah mengerjakan itu. Saya jadi merasa bersemangat untuk belajar Java lagi. Kita langsung bikin tim yang terdiri dari 3 orang IT, semuanya satu angkatan. Meskipun akhirnya kewalahan dan memanggil bala bantuan dari Akuntansi.
Berkat itu juga, secara nggak langsung saya jadi dekat dengan cewek yang saya sukai. Entah dia menganggap sebagai teman biasa, atau sudah sadar kalau saya ada rasa lain. Yang penting bagi saya, dia sudah nggak merasa canggung lagi dengan saya. Ugh, tapi entah kenapa rasanya masih ruwet aja sama dia. Sumpah, urusan perasaan kayak gini bukan keahlian saya. Masalahnya lagi, dia orangnya juga pendiam seperti saya. Udahlah, let it flow aja lah. Tapi ada juga teman saya yang bilang kalau saya ini terlalu banyak mikir. Banyak yang menyarankan, sekali-kali beraksi gila gitu loh, nekat dan nggak usah mikir panjang. Ok, akan saya coba turuti.
Kekagetan saya memuncak saat saya dinobatkan sebagai Student of the Year 2009 di kampus saya. Wow, padahal saya nggak pernah mengejar target itu, dan saya ngerasa saya nggak ngelakuin apa-apa, tapi ternyata terpilih. Predikat yang waktu Dies Natalis pasti disebut belakangan, bersamaan dengan "of the year" yang lain (lecturer, staff, and prodi). Itu berarti saya dapat beasiswa tambahan yang cukup untuk biaya kuliah setahun, disamping beasiswa yang saya dapatkan dari VDMS. Lagi-lagi, alhamdulillah. *dan itu berarti saya bisa minta dibelikan sepeda motor sendiri. Hoho...
Selain itu, di Dies Natalis kedua itu saya juga mendapat award tambahan yang dialokasikan untuk biaya penyelesaian tugas akhir. Saya dapat 2 award, yaitu karena menjadi finalis di lomba Arkavidia, dan karena tulisan saya dimuat di PC Media. Besarnya, lumayan lah untuk sekedar penyelesaian tugas akhir. Oiya, ingat Arkavidia, di tahun ini juga saya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Bandung, datang sebagai finalis lomba. Gratis loh, soalnya dengan biaya dari kampus. Hitung-hitung vacation di tengah waktu kuliah.
Urusan liburan semester, kali ini benar-benar berbeda. Sebelumnya, kalau nggak main game di rumah ya sibuk ngurusi acara di kampus. Tapi liburan kali ini, benar-benar vacation. Diawali dengan rekreasi ke Bali bersama rombongan dari kantor mama saya selama 4 hari (mungkin, saya lupa). Besoknya, diteruskan dengan nginep di villa batu, dalam acara gathering dan evaluasi Lembaga Kemahasiswaan Universitas Ma Chung. Saya pikir, 2 acara tersebut sudah cukup untuk sekedar vacation. Tapi ternyata yang namanya rejeki nggak kemana-mana.
Tepat sebelum Dies Natalis kemarin, pengumuman siapa saja yang lolos seleksi Leadership Conference ke Makassar diumumkan. Dan ternyata, saya termasuk sebagai peserta yang lolos. Itu berarti saya bakan berangkat ke Makassar untuk pelatihan leadership selama 9 hari, dan GRATIS. Semuanya dibiayai oleh yayasan pemberi beasiswa saya, VDMS. Rasanya seperti rejeki nomplok deh. Habis pengumuman kelolosan seleksi, saya dinobatkan jadi Student of the Year. Untuk berita acara dari Makassar, sudah saya tulis di posting sebelumnya.
Saya pikir, vacation saya berakhir setelah dari makassar. Audisi pengisi band di acara kampus nggak lolos, berati tinggal konsen ke kerjaan aja. Mau nyoba audisi yang akustik, saya pikir nggak usah lah. Terlalu banyak waktu saya yang terpakai untuk musik. Saya mau balik lagi konsen ke IT lagi. Mulai dari nulis artikel sampai nyelesaikan proyek dan memikirkan langkah cemerlang selanjutnya. Tapi sekali lagi Allah berkehendak lain. Tanggal 14, 15, dan 16 Agustus minggu depan, saya dan teman saya, Arlingga, diajak dosen saya untuk ikut acara seminar internasional di Jogja. Wuah, ternyata vacation lagi, dan gratis lagi. Senangnya...
Ok deh, berarti sebelum berangkat ke Jogja, saya harus ngebut ngerjain artikel dan proyek saya. Supaya saya bisa menarik hal positif lagi dari semesta, seperti Law of Attraction. Tapi tentu dengan tetap berdoa kepada Allah SWT. Saya juga harus memikirkan rencana besar saya tentang software house yang terpikirkan waktu di Puntondo. Oiya, dan juga saya mau mulai mencari-cari kriteria pendamping hidup saya nantinya, hoho. Siapa tahu yang saya dekati sekarang cocok, siapa tahu juga nggak. Tapi moga-moga aja yang sekarang ini sudah cocok, amiin. Doakan yah semua!!! Sukses!!! I can because I believe I can!!!
read more...
ANNOUNCEMENT!!!
This blog is dead!!! I moved it to my new blog in http://haqqi.net. Thank you for reading this blog. Hope you will read my new blog too.
Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki
Aug 7, 2009Posted by Haqqi at 9:53 PM 1 comments
Labels: Bahasa Indonesia, My Experiences
Buku Harian LC 05 VDMS - PPLH Puntondo
Cerita tentang pelatihan 9 hari di MakassarHuft, akhirnya mulai nulis juga. Setelah mengurusi segala urusan yang ditinggalkan gara-gara acara 9 hari ke Makassar itu, sekarang waktunya nulis tentang pengalaman selama LC bersama teman-teman yang luar biasa. Untuk pengantar, bisa baca di posting sebelumnya. Dan semua yang ada di posting ini, adalah buku harian mini yang mencatat awal dari dari perjalanan 15 orang leader Indonesia.
Hari pertama: Jumat, 24 Juli 2009
Habis makan siang pertama di Puntondo, kita istirahat bentar. Sekitar jam setengah 4 langsung diminta kumpul di ruang seminar. Di sana ketemu lagi sama rombongan yang sudah datang duluan. Hm, seperti biasanya kalo acara ketemu teman baru gini pasti ada ice breaking. Permainan pertama dimulai dengan menghafal nama dan sebuah kata yang diambil dari huruf depan nama itu sendiri. Misal, nama saya Haqqi, dan saya memilih nickname Hitman. Semua bergiliran sebut nama dan nickname orang sebelumnya. Yah, yang paling sial sudah pasti yang terakhir.
Setelah itu, istirahat bentar, terus makan malam bareng-bareng. Ah, saya udah lupa suasana "malam pertama" waktu itu. Kalo gak salah sih masih canggung buat ngomong satu sama lain. Kalo udaranya, pokoknya buat orang Malang kayak saya ini, di sana ngerasa kepanasan. Padahal malam-malam loh. Oiya, baru ingat kalo malam pertama hujan gerimis. Habis itu kita langsung masuk sesi english warming up yang difasilitatori oleh Mas Kus. Bisa ditebak akhirnya, sesi ini dibuat dalam bentuk debat. Topiknya adalah, siapakah orang yang berhak diselamatkan dengan sekoci waktu titanic tenggelam. Tuan Presiden? Ibu hamil? Atau presiden hamil? Haha... Sampe beberapa hari setelahnya pun masih dibahas.
Selesai sesi, peserta dipersilahkan masuk ke kamar. Yang 5 orang cewek di Bungalow, yang 10 orang cowok di asrama. Yang bikin gak betah nih, gak ada colokan listrik sama sekali di asrama. Mau nge-charge HP gak bisa, mau buka laptop baterainya gak tahan lama. Kamar mandi ada di bawah asrama, dengan air yang berwarna kekuningan (tapi katanya sih bersih). Di asrama ini udah mulai sesi perkenalan budaya.
Oiya, ini daftar peserta LC 05 VDMS di PPLH Puntondo, Makassar (urut berdasarkan list dari panitia):
1. Ezar Chandra Sunarwan
2. Tersiana Maria Bawengan
3. Mukhradis Hadi Kusuma Jaya
4. Asriadi Masnar
5. Nurman Syafar Manompo
6. Silvani Merlin Tasik
7. Chelly Sintia Arifin
8. Boby Iryawan
9. Heribertus Rianghepat
10. Pungky Andriyani
11. Wendy Tommy R.K.Kindangen
12. Muhammad Fauzil Haqqi
13. Indrawati Kesuma
14. I Gede Putu Aditya A.BF
15. Ferdy Maengkom
Hari kedua: Sabtu, 25 Juli 2009
Pagi pertama di Makassar, jadwal jam 6 adalah morning exercise, atau bahasa manusianya "olahraga pagi". Yah, seperti biasa lah, pemanasan gitu. Hitung 2 kali 8 dengan gerakan-gerakan sewajarnya. Permainan di morning exercise hari pertama itu adalah "gobak sodor" yang gak jelas. Jadi ingat permainan masa SD nih, masa-masa kejayaan olimpiade gobak sodor, haha... Setelah itu lanjut individual activities. Ada yang mandi, ada yang langsung sarapan.
Sesi pertama dimulai jam 9. Materi kali ini adalah penjelasan tentang tema acara, "Creating Sustainable Society". Sesi berakhir jam 1 siang dan dilanjutkan makan siang sampai jam 2, setelah itu sesi berikutnya. Sesi kedua adalah tentang "Mind Map", diakhiri jam 6 sore. Sebenarnya materi mind map ini sudah pernah saya dapatkan sebelumnya di kampus saya. Persis, materi dan pengajarnya, Pak Edwin Kisman. Sesi terakhir yaitu self-reflection dimulai jam setengah 8 malam setelah makan. Para peserta diminta menggambar suatu benda yang dapat melambangkan "Knowledge", "Skill", dan "Value".
Gambar yang muncul pun berbagai macam. Ada Ferrari, rumah, kapal, bahkan lilin. Saya sendiri, menggambar sebuah neraca, yang disisi kanan adalah Skill, di sisi kiri adalah Knowledge, dan tiang penyangganya adalah Value. Silahkan dipikir sendiri artinya apa, haha. Di gambar tersebut, masing-masing peserta diminta menuliskan apa saja yang didapatkan selama sehari, dan itu akan terus berlangsung sampai acara selesai.
Hari ketiga: Minggu, 26 Juli 2009
Hari ini nggak ada morning exercise, karena jadwal hari ini adalah observasi dan analisis sosial ke desa Laikang, tempat PPLH Puntondo berada. Kita dibagi menjadi 3 tim, ada tim Megalithicum, Modern, dan saya sendiri tim 2222. Pokoknya semua nama yang nggak jelas. Tim saya ditugaskan untuk menganalisis fasilitas umum di desa tersebut. Hm, cerita lengkapnya, akan saya tulis lagi di posting lain. Setelah kembali ke PPLH, kita diminta presentasi tentang hasil analisis kita. Kegiatan rutin lain seperti makan, individual activities, dan self-reflection berjalan seperti biasa.
Hari keempat: Senin, 27 Juli 2009
Di hari keempat ini, saya menjadi petugas piket disiplin waktu bersama Wendy dan Tersi. Permainan yang kami adakan waktu morning exercise, permainan yang pernah kita lakukan waktu diklat LK di Baung Camp, yaitu permainan tupai loncat. Selesai morning exercise kalo nggak salah kita semua langsung sarapan bareng di restoran PPLH.
Mungkin sesi hari keempat ini adalah yang paling berkesan (bagi sebagian besar peserta). Sebab pembicara kali ini adalah yang paling menarik (bagi sebagian besar peserta). Yup, fasilitator kali ini adalah Mas Sampoerna, atau biasa dipanggil Mas Sam. Bagi saya sih, memang saya akui menarik, tapi sedikit lebay. Terlebih lagi sebagian materi sudah pernah saya dapatkan. Ugh, ini nih gak enaknya terlalu sering ikut pelatihan leadership. Jadinya nggak terlalu menarik lagi. Seharian seluruh sesi diisi oleh Mas Sam. Tapi sayang sekali ada beberapa game yang tidak dilaksanakan karena terbatasnya waktu.
Hari kelima: Selasa, 28 Juli 2009
Nah, ini hari yang ditunggu-tunggu, sesi outbound. Untuk outbound, peserta dibagi menjadi 2 tim, yaitu tim Kucing dan Serigala. Saya ada di tim kucing dengan yel-yel yang cukup aneh. Sesi outbound pertama adalah spider web. Yah, seperti spider web biasanya, ini sulit dipecahkan dengan tim yang baru dibentuk. Sebab pasti timnya nggak kompak sama sekali. Parahnya, disini saya dapat sial. Gara-gara salah posisi waktu ngangkat teman, punggung saya jadi terkilir. Rasanya luar biasa sakit. Sampe saya posting artikel ini pun, kalo dibuat lari, punggung saya masih nggak mau kompromi.
Outbound kedua adalah horizontal web. Sama seperti spiderweb pada umumnya, tapi kali ini jaring-jaring diletakkan secara horizontal. Di sini juga terjadi "kekerasan". Cewek-cewek terlempar dan terjerembap ke tanah, gara-gara kesadisan cowok-cowok. Haha, maaf ya teman... Di sesi kedua ini lagi-lagi tim saya gagal.
Sesi ketiga adalah menjinakkan bom berupa galon kosong yang diletakkan ditengah-tengah ban mobil. Berkat ide salah satu anggota tim, rintangan kali ini bisa kita lewati. Sukses! Sesi keempat juga menjinakkan bom, tapi kali ini caranya adalah mengeluarkan bola pingpong dari dalam pipa yang ditaruh tegak. Kali ini, tim saya juga sukses melewati rintangan.
Sesi kelima adalah berjalan sebaris dengan menutup mata. Hanya satu orang yang menjadi guide untuk mengambil bendera yang disebar di pantai. Kebetulan saya yang jadi guide. Yah, berjalan seperti biasa sih, nggak ada kesan yang berlebih. Sesi keenam, mengambil bola di lumpur dengan 4 orang menjadi pengambil (ditutup matanya), dan 4 orang jadi guide untuk masing-masing pengambil. Sesi ini bisa terlewati sebelum waktu berakhir. Sayangnya terjadi sedikit kecelakaan kecil gara-gara terperosok ke lumpur.
Sesi ketujuh adalah sesi paling basah, pipa bocor. Saya pikir, panitia ini keterlaluan. Masa 8 orang pipanya bocor segudang. Jadi gak penuh-penuh deh. Akhirnya jadi kalah sama tim lawan dengan berbasah-basahan. Sesi terakhir adalah mengangkat ember kecil yang ditaruh di atas kursi 4 kaki, yang diikat dengan tali sejumlah peserta outbound. Dalam sekali coba, sesi ini dapat kita pecahkan semua.
Satu comment dari saya, cuaca di makassar dan outbound itu, benar-benar menambah pigmen gosong di kulit saya. Ugh, jadi tambah item deh. Sial.
Hari keenam: Rabu, 29 Juli 2009
Sesi motivasi dan finance sustainability dari mantan dosen Ma Chung, Pak Jimmy Dimas. Yah, sedikit bosan dengan sesi yang sudah pernah saya dapatkan sih, tapi saya banyak mendapatkan inspirasi dari sini. Saya jadi punya beberapa rencana tentang software house saya. Saya putuskan Pak Jimmy menjadi konsultan saya, sebab beliau sendiri berjanji akan membantu dengan gratis, khusus buat peserta LC ini. Seperti biasa, sesi Pak Jimmy diakhiri dengan sesi memecahkan teh botol sosro. Sungguh perjuangan yang panjang, ada beberapa peserta yang sampai jam setengah 8 pun belum bisa memecahkan (mulai sesi memecahkan jam setengah 6an). Sampai-sampai ada peserta yang nangis gara-gara nggak bisa-bisa. Tapi dengan perjuangan yang begitu keras, sampai membuat tangan sakit, akhirnya terselesaikan juga. Saya sih dalam beberapa kali nyoba udah bisa, tapi jadi iri sama mereka yang berhasil dengan perjuangan keras. Tentunya mereka merasa sangat puas sekali, berbeda dengan saya yang merasa biasa.
Hari ketujuh: Kamis, 30 Juli 2009
Sesi yang cukup membuat ngantuk gara-gara kelelahan dan fasilitator adalah langsung Pak Edwin. Sudah ngomong pake bahasa inggris, intonasi nggak mendukung mata, jadi banyak yang ngantuk. Tapi memang materinya sangat berguna, tentang workshop bagaimana membuat presentasi yang efektif. Malam itu adalah malam yang panjang dengan ditemani tugas membuat presentasi tentang analisis masalah yang akan dipresentasikan besoknya. Untung saya bagian konseptor, setelah memberikan konsep saya bisa istirahat. Habis benar-benar capek sih waktu itu.
Hari kedelapan: Jumat, 31 Juli 2009
Yup, hari efektif terakhir yang akan diisi dengan presentasi kelompok dan action plan individu. Ugh, saya yang kebagian presentasi di kelompok saya. Tapi saya sih enjoy aja soalnya saya sudah terbiasa presentasi sih. Untuk action plan, saya berencana menulis tentang LC 05 dan yang paling penting tentang keindahan Puntondo serta PPLH, yang akan saya post di blog ini. Rencana lain adalah mengembangkan software house saya.
Malamnya, ada closing ceremony dan pembagian sertifikat. Setelah itu, ada sesi makan malam penutup bersama yang diadakan langsung dibawah langit malam Puntondo. Menunya, aneka masakan cumi yang nikmat, hoho... Di kegelapan malam yang ditemani api unggun, kita rame-rame ngobrol dan ada perform dari tiap perwakilan area LC. Saya sih, malah nyanyi lagu arema, haha... Nggak lama, masing-masing balik ke kamar.
Sialnya, di malam terakhir yang pingin istirahat dengan tenang, malah saya terkena musibah. Bungalow saya diserang semut yang entah mencari apa. Saya terbangun jam 1 pagi, karna kasur saya yang diserang duluan. Nggak lama saya tunggu sambil FB-an di HP, teman di sebelah saya diserang. Ya saya bangunkan deh. Kita sepakat pindah tidur di luar. Sulit bener buat terlelap di tengah kedinginan pagi itu. Begitu enak-enak tidur, jam setengah 4 terbangun lagi gara-gara diserang semut lagi. Ugh, gila amat nih semut. Akhirnya seisi bungalow jadi bangun semua gara-gara semut sudah menyebar. Sial. Jadi langsung mandi dan pergi ke restoran buat nyalain laptop deh. Nggak bisa tidur lagi.
Hari terakhir, kesembilan: Sabtu, 1 Agustus 2009
Akibat serangan semut, saya jadi bangun kepagian. Saya pikir saya yang paling pagi. Eh ternyata, ada teman yang nggak bisa tidur. Kelihatannya sih, seperti depresi gara-gara mau berpisah (iya nggak Ferdy?). Katanya sih, sampe menyendiri dan nangis-nangis juga. Akibatnya sekarang dia jadi punya julukan, "wajah sangar hati melankolis". Haha, peace Ferdy!!
Selesai sarapan, kita langsung berangkat ke kota makassar, dengan tujuan nyari oleh-oleh. Nggak banyak yang bisa dibeli karena nggak bisa kemana-mana. Tapi paling nggak, udah tahu tentang kota makassar, mall yang ada di bawah tanah lapangan bola, fort rotterdam, pantai losari, dan Universitas Hassanudin. Sampe di bandara, kita nunggu bentar dan mengucapkan salam perpisahan buat semua. Naik Batavia Air lagi, dengan perjalanan 1 jam 20 menit, akhirnya sampe juga di Surabaya. Dijemput mobil kampus, tapi tetap aja kejebak macet di Porong. Tapi jadi bisa sms-an sama seseorang, hoho.. Setelah itu, sepanjang jalan pulang saya ketiduran di mobil.
Comment
Selesailah perjalanan panjang saya selama 9 hari di Makassar. Komentar saya terhadap LC ini, benar-benar luar biasa. Saya dapat banyak teman-teman dari berbagai latar belakang, dapat menikmati keindahan pantai Puntondo, jadi tahu berbagai macam kebudayaan teman-teman, dan tentunya masih banyak lagi yang nggak bisa ditulis disini. Buat teman-teman LC yang mbaca posting ini, silahkan menambahkan atau sekedar comment di blog ini. Mungkin ada beberapa sesi menarik yang lupa saya tulis disini, bisa ditambahkan di halaman comment. Saya bertekad pasti datang lagi ke Makassar untuk menikmati Trans Studio yang masih dibangun. Kerja dulu, dapet duit, terus minta dianterin teman-teman LC yang ada di Makassar. Hoho...
Setelah ini, saya berniat menulis tentang keindahan Puntondo beserta PPLH-nya. Itu salah satu action plan saya untuk membuat Puntondo lebih dikenal di Indonesia ini, mengingat potensi Puntondo yang begitu besar. Ok, see ya!!!
read more...
Posted by Haqqi at 3:30 PM 2 comments
Labels: Bahasa Indonesia, My Experiences
Menuju LC 05 VDMS - PPLH Puntondo
PrologMeskipun main language di pelatihan vdms pake english, posting pengalaman Leadership Conference (LC) pake bahasa indonesia aja yah. Ada banyak sekali yang mau saya ceritakan. Mulai dari berangkat, sampai nanti pulang. Kenapa saya nulis "sampai nanti pulang? Karena tulisan ini saya post setelah pulang ke malang. Tapi saya mulai nulis ini waktu pertengahan LC pake HP, jadi mungkin agak aneh sama posting-posting setelah ini.
Ok, saya start dari apa itu LC. Soalnya teman-teman kampus saya aja banyak yang nggak tahu saya ngapain ke Makassar. LC itu adalah semacam pelatihan leadership yang diadakan Van Deventer, lembaga yang ngasih saya beasiswa untuk 3 tahun ini. LC yang saya ikuti ini sudah angkatan ke-5. Prosesnya untuk bisa ikut sih, nggak asal pilih. Dari 10 orang penerima beasiswa di kampusku, 2 orang sudah pernah ikut sebelumnya, jadi nggak boleh ikut. 8 orang sisanya diseleksi melalui tulisan tentang sustainibility dan tentang motivasi.
Awalnya hanya akan dipilih 2 orang dari kampus saya. Karena mendadaknya pengumuman adanya seleksi, dari 8 orang itu yang mendaftar hanya 6 orang. Tapi ternyata, yang lolos seleksi itu ada 3 orang, lebih 1 orang dari yang ditentukan di awal: wendy, pungky, dan saya. Kita bakal bertemu dengan 12 orang lain dari seluruh penjuru indonesia di makassar.
Pelatihan ini murni free of charge, alias gratis. Dari biaya pelatihan, akomodasi, sampai transport. Bahkan urusan transport nggak menyangkut tiket pesawat aja, tapi juga biaya dari tempat tinggal ke bandara. Sungguh mulia hati penyelenggara LC ini. Kita dijadwalkan berangkat tanggal 24 Juli sampai pulang tanggal 1 Agustus. Jadi selama 9 hari (7 efektif) itu, kita bakal digempur dengan pelatihan-pelatihan yang tentunya akan memberikan suatu pelajaran bagi saya.
Setiap peserta mendapatkan list seluruh anggota yang ikut di LC ini. Wajarnya orang IT, saya langsung search ke om google, semua nama yang tertera di situ. Dan yang saya dapati adalah hasil yang cukup mencengangkan. Memang beberapa nggak tercantum di google. Tapi ada beberapa orang yang luar biasa, salah satunya duta bahasa di tempat dia. Wah, berati nih orang-orang hebat. Apalagi bahasa utama yang digunakan adalah bahasa inggris. Bisa jadi saya yang paling bodoh urusan komunikasinya nih.
Sip, info dasar sudah, searching tentang PPLH Puntondo sudah, googling map udah, packing udah, siap-siap berangkat.
---
Ok, kita rombongan berangkat dari kampus jam setengah 5 pagi, buat mencegah supaya nggak kena macetnya surabaya pagi. Diantar mobil kampus, kita janjian sama rombongan dari Surabaya. Anyway, ini pertama kalinya saya naik pesawat komersial. Ingat, pesawat ko-mer-si-al. Soalnya kalo pesawat militer sih pernah. Kita naik Batavia Air dengan nomor penerbangan 7P-725 yang dijadwalkan berangkat jam 9.05am WIB dari bandara juanda surabaya. Tapi sampainya di sana ternyata kepagian, jadi nunggu lama deh. Sekitar jam 8an, kita ketemu rombongan dari surabaya. Mereka dari Universitas Wijaya Kusuma dan Petra. Kenalan di awal, nama panggilan mereka Indra, Anjas, dan Bobby. Kita nunggu check in ruang tunggu bareng-bareng.
Lucunya, saya ngerasa penerbangan ini cepat sekali. Yang saya lihat, awalnya jadwal boarding jam 9.05 dan sampe jam 11.30. Padahal pesawat telat sekitar 20 menit, tapi sampai di bandara Hassanudin di Makassar saya lihat jam saya masih jam 11 kurang. Loh, kok cepat banget? Kenapa hayo? Ternyata, saya nggak lihat daerah waktunya. Departure jam 9.05 WIB dan landing jam 11.30 WITA. Ow, pantes aja kok kerasa cepat. Jadi terbangnya sebenernya cuma 1 jam setengahan. Anggapannya, badan udah prepare buat menghadapi perjalanan 2 jam 20 menit, tapi ternyata ngerasain perjalanan cuma 1 jam 20 menit.
Sampai di bandara Hassanudin, saya tercengang. Wuah, bandara ini lebih megah daripada Juanda, tapi tetap menjunjung tinggi "ke-simpel-an". Hebat bener makassar ini. Kita cari bagasi masing-masing, terus keluar. Sampai di tempat penjemputan, saya ditelepon panitia. Katanya ada 8 orang dari pesawat saya. Loh, kita cuma berenam kan. Mana yang 2 lagi? Eh, ternyata ada satu lagi peserta yang ternyata dari bandara juanda udah merhatiin kita, namanya Heri. Dan satu lagi, seorang ibu-ibu yang ternyata dari bandara juga merhatiin kita, namanya Bu Rosa. Mereka ragu mau nyapa soalnya nggak tahu anak VDMS atau bukan.
Kita dijemput panitia pakai 2 mobil, dan langsung meluncur ke PPLH Puntondo. Perjalanan yang panjang. Dari bandara butuh waktu lebih dari 2 jam sampai ke Kabupaten Laikang. Ok, gak masalah sih, di awalnya. Paling nggak bisa sambil tidur di perjalanan. Tapi ternyata, di saat-saat terakhir, justru kalo tidur malah bikin kepala "kejeduk". Jalanan super nggak rata. Jadi bingung, nih aspal apa batu yang disusun sih. Beruntungnya pemandangan di perjalanan cukup layak untuk dinikmati. Jalan di tepi pantai, bau laut, tapi juga bau kotoran sapi. Wahaha.
Beberapa puluh menit tersiksa sepanjang jalan, akhirnya sampai juga di PPLH Puntondo. Kesan pertama, wow... tempat yang luar biasa, sampe-sampe nggak bisa dijelasin dengan kata-kata. Datang-datang langsung makan siang dengan menu masakan laut. Ketemu beberapa teman baru, dan bersantai sejenak sebelum mulai sesi pemanasan. Itu berarti waktunya foto-foto dunk. Hoho... Habis itu langsung sesi warming up, meski terlambat beberapa jam dari jadwal. (to be continued)
read more...
Posted by Haqqi at 3:22 PM 1 comments
Labels: Bahasa Indonesia, My Experiences
Tutorial Java : Wrap Text into JLabel
Jul 18, 2009Here is one of my source code
Now I'm writing for my next article in PC Media. In my program, I need to read a text file, and then parse it to JLabel to display the text. It is a long text file that contain not only a single sentence, but complex text with paragraf formatted. If I easily parse the text into the JLabel, its width will be as long as the text, can you imagine? So, I need to know how to wrap text in my JLabel. After browsing on the internet, I only found some basic method, and I rearrange it to be more suited for my program. And I think you can use this idea too.
Before you start to learn this post, make sure you have read the previous article that tell about reading a file. Using that method, I can get Array of String of my text file. After that, I need to wrap that Array of String into JLabel. So, I create this static method. I put it into a class named LabelUtil. One more thing, you have to define the container of the JLabel. If not, this method will return error.
It's easy to do that. You can just create a JPanel and add the JLabel into that panel, so that panel will be JLabel's container. You have to call setSize(int, int); of the container firstly.
Here is the method:
import java.awt.Container;
import java.awt.FontMetrics;
import java.text.BreakIterator;
import javax.swing.JLabel;
import javax.swing.SwingUtilities;
public class LabelUtil {
/**
* Make the text automatically wrap into JLabel
* @param label JLabel
* @param text Array of String
*/
private void wrapLabelText(JLabel label,
String[] text) {
// measure the length of font in swing component
FontMetrics fm = label.getFontMetrics(
label.getFont());
// size of parent container
Container container = label.getParent();
int containerWidth = container.getWidth();
// to find the word separation
BreakIterator boundary = BreakIterator
.getWordInstance();
// main string to be added
StringBuffer m = new StringBuffer("<html>");
// loop each index of array
for(String str : text) {
boundary.setText(str);
// save each line
StringBuffer line = new StringBuffer();
// save each paragraph
StringBuffer par = new StringBuffer();
int start = boundary.first();
// wrap loop
for(int end = boundary.next();
end != BreakIterator.DONE;
start = end, end = boundary.next()) {
String word = str.substring(start,end);
line.append(word);
// compare width
int trialWidth = SwingUtilities
.computeStringWidth(
fm, line.toString());
// if bigger, add new line
if(trialWidth > containerWidth) {
line = new StringBuffer(word);
par.append("<br>");
}
par.append(word);
}
// add new line each paragraph
par.append("<br>");
// add paragraph into main string
m.append(par);
}
// closed tag
m.append("</html>");
label.setText(m.toString());
}
}
Suppose that my text file is like this:
VT Alpha - Program Pemilihan
http://fauzilhaqqi.blogspot.com - 2009
Programmer : Muhammad Fauzil Haqqi
Program ini adalah program untuk pemilihan dengan metode voting. Cara pembuatan program ini telah ditulis dalam bentuk artikel pada majalah PC Media. Source code program ini bebas untuk dipakai, diubah, maupun disebarkan secara gratis.
Programmer tidak memberikan garansi jika nantinya ada kesalahan yang terjadi selama penggunaan program ini. Programmer juga tidak bertanggung jawab terhadap penyalahgunaan program ini dalam aplikasi nyatanya.
Jika Anda memiliki saran maupun pertanyaan tentang program ini, silahkan menghubungi programmer melalui alamat blog di atas.
So, after I get the Array of String of my text file by using static method FileUtil.fileRead();, I just parse the Array to method wrapLabelText();. So easy, isn't it???
I use this code to display a dialog into my frame:
JPanel pane = new JPanel();
pane.setBorder(BorderFactory
.createEtchedBorder());
pane.setSize(270, 0);
// filepath
String[] text = FileUtil.fileRead(
FileUtil.setFile("data/about.vta"));
JLabel label = new JLabel();
pane.add(label);
LabelUtil.wrapLabelText(label, text);
JOptionPane.showMessageDialog(this, pane,
"Tentang Kami",
JOptionPane.PLAIN_MESSAGE);
After do everything I can do, this is the displayed dialog:
read more...
Posted by Haqqi at 6:03 PM 4 comments
Labels: English, My Source Code
Tutorial Java : File Read and Write
Jul 17, 2009Useful Java file I/O class
Studying Java is an exciting thing. I really love coding and I am really happy to share that. After writing the Devilish Children, I was confused when writing the next game. One thing that is so important is File Input and Output. I mean, I need to know the easiest way to read and write text file using Java. After searching for the sollution, I found some easy way to do that. I just have to create a FileUtil class that has static method to read and write file. Actually, I get this code from a Game Engine called GTGE. Because GTGE is an open source project, I modified it to fulfill my requirement, added some comments, and write it to this blog.
Here is the source code of FileUtil.java class:
import java.io.BufferedReader;
import java.io.BufferedWriter;
import java.io.File;
import java.io.FileReader;
import java.io.FileWriter;
import java.io.IOException;
import java.io.PrintWriter;
import java.util.ArrayList;
/**
* This class has been written by Haqqi. You can
* freely use, modify, and distribute it.
* @author Haqqi
*/
public class FileUtil {
/**
* Private constructor to prevent the object creation
*/
private FileUtil() {}
/**
* Set the file based on relative path
* @param filePath Path of the file
* @return Generated file
*/
public static File setFile(String filePath) {
// create new file object
File file = null;
// getting the path from working directory
// you can check the directory by printing it
String path = System.getProperty("user.dir")
+ File.separatorChar + filePath;
try {
// construct the file based on the path
file = new File(path);
}
catch(Exception e) {
e.printStackTrace();
}
// if file is not found, then throw exception
if (file == null) {
throw new RuntimeException();
}
return file;
}
/**
* Write an Array of String into a file. The written
* file will be just like a text file.
* @param text Array of String that want to be written
* @param file File
* @return true if success and false if not
*/
public static boolean fileWrite(String[] text,
File file) {
try {
// create buffer
BufferedWriter out = new BufferedWriter(
new FileWriter(file));
PrintWriter writeOut = new PrintWriter(out);
// writing text to file
for (int i = 0; i < text.length; i++) {
writeOut.println(text[i]);
}
// close the writer
writeOut.close();
return true;
}
catch (IOException e) {
e.printStackTrace();
return false;
}
}
/**
* Read file from a file
* @param file
* @return
*/
public static String[] fileRead(File file) {
try {
// buffered reader
BufferedReader readIn = new BufferedReader(
new FileReader(file));
// ArrayList to store the string each line
ArrayList list = new ArrayList();
// Temporarily object
String data;
// Read each line until end of line
while ((data = readIn.readLine()) != null) {
list.add(data);
}
// closing reader
readIn.close();
// return as Array of String
return (String[])list.toArray(new String[0]);
}
catch (IOException e) {
e.printStackTrace();
return null;
}
}
}
The constructor is modified to be private to prevent the object creation, since all the methods is static method. Before you use fileWrite and fileRead method, you can easily set the file by using setFile method. You just need to set the relative path of the file from working directory. For example, if your woring directory is "D:\\My Java Project\TheProject", and your file is inside folder "data" and titled "My Files.my", so you just call setFile("data/My Files.my"); to get the file. Use the set file in method fileRead and FileWrite. Remember that fileRead returns an Array of String. Each index for 1 line in the file.
Ok, I hope this post will be very helpful for you. Please be free to leave a comment.
read more...
Posted by Haqqi at 8:34 PM 1 comments
Labels: English, My Source Code
Student of the Year 2009
Jul 9, 2009Sebuah cerita dari sebuah acara
Hari Selasa kemarin, di kampus saya ada acara tahunan, tepat setiap tanggal 7 bulan 7. Yup, acara dies natalis Universitas Ma Chung yang kedua. Berbeda dengan Dies Natalis yang pertama, di acara kemarin saya dapat kejutan yang... hm... sebenarnya nggak terlalu mengejutkan. Tapi, tetap aja kejutan itu memberikan suatu rasa bangga buat diri saya. Ok ok, saya akan cerita dari awal.
Beberapa hari sebelumnya, saya nerima sms dari staf direktorat kemahasiswaan dan alumni. Isi sms-nya, intinya nyuruh saya buka email kampus, terus cepet-cepet ngisi dokumen yang di attach dengan judul "biodata", terus harus dikumpulkan paling lambat besoknya jam 12 siang. Wah, dasar otak saya yang mikirnya selalu macem-macem, saya udah ngerasa ada sesuatu nih. Apalagi yang dikirimin email hanya beberapa mahasiswa yang termasuk "jajaran atas". Tapi, yah untuk sementara saya isi aja selengkap-lengkapnya.
Acara Dies Natalis kali ini, saya juga wajib hadir karena saya termasuk penerima beasiswa Van Deventer, yang masa berlakunya 3 tahun. Itu berarti sampai saya lulus kuliah. Dan itu berarti juga setiap acara Dies Natalis di kampus saya, saya wajib datang karena anggapannya saya mendapat beasiswa tersebut setiap tahunnya. Berarti, wajar kalau saya ada di acara sampai acara selesai, terutama sesi penghargaan. Lagian saya penasaran siapa yang bakal jadi Student, Lecturer, Staff, dan Prodi of the Year 2009 ini.
Saya juga wajib hadir karena saya penerima award berupa dana penyelesaian tugas akhir atau skripsi. Award itu saya dapatkan dari 2 catatan kegiatan saya. Yang pertama, saya berhasil jadi finalis di lomba pemrograman Arkavidia. Yang kedua, karena saya berhasil membuat publikasi tulisan di PC Media. Besarnya, nggak berani saya sebutkan di sini. Tapi lumayan cukup lah untuk dana skripsi. Jadi, ditambah dengan alasan ini kehadiran saya di acara Dies Natalis semakin "wajar". Nggak ada yang perlu dipertanyakan. Saya juga nggak ambil pusing dengan alasan lain.
Ok, sesi pertama, penerima beasiswa maju ke depan. Saya ditunjuk sebagai perwakilan untuk nerima beasiswa secara simbolis. Nah, ini yang lucu. Sekitar seminggu sebelumnya saya baru aja berlibur ke Bali. Di Bali, saya ngelukis tatto temporer dengan harga 25ribu. Tatto itu saya sengaja minta lukiskan di pergelangan tanggan kiri, sampai memanjang ke jari telunjuk dan jari manis, dengan maksud biar bisa dilihat orang (dikit pamer nih). Kata yang ngelukis, normalnya tatto itu hilang dalam waktu 2 minggu. Saya sih enjoy-enjoy aja soalnya masuk kuliah kan masih lama. Saya lupa sama sekali dengan acara Dies Natalis. Hari-hari menjelang Dies, saya pake segala cara untuk menghilangkannya, tapi nggak berhasil. Sempat kepikiran pakai sarung tangan, tapi nggak jadi lah. Malah kelihatan aneh.
Giliran kemarin maju ke depan, apa lagi gara-gara pemberinya pindah ke sebelah kanan, otomatis tangan kiri saya jadi menghadap penonton. Penonton yang baris depannya isinya orang-orang besar kayak Sugeng Hendarto, Teguh Kinarto, dan Mochtar Riyadi. Gila aja, kalo kelihatan tatto saya, meski cuma temporer ya gak lucu donk. Bak trik pesulap, saya nerima map sertifikat sambil membelokkan tangan ke bawah map, biar nggak kelihatan. Haha... Masalahnya, saya nggak cuma maju sekali. Maju kedua kalinya ya waktu nerima award. Untungnya bukan saya yang jadi perwakilan. Jadi sedikit tenang berdiri sambil tetap menyembunyikan tangan bertatto. Benar-benar nggak nyaman banget.
Saya pikir giliran saya selesai di situ. Acara berikutnya pengumuman pemenang lomba bisnis plan di kampus saya. Juaranya teman dekat sendiri sih, tapi ngelihat mereka udah berdiri di depan sana, dengan menggenggam hadiah modal sebesar 20 juta rupiah, saya jadi ngerasa sedikit iri sama mereka yang udah selangkah lebih maju menuju kesuksesan wira usaha. Selamat deh buat juaranya, Mutiara dan Arlingga. Tapi memang saya sengaja nggak mau ikutan di event ini sih. Ya mau gimana lagi. Yang pasti di sesi ini saya nggak maju ke depan.
Sesi berikutnya, penghargaan buat semua yang terbaik. Mulai dari 5 peraih IP tertinggi se-Universitas, yang diambil semua anak Akuntansi. Dilanjutkan dengan peraih IPK tertinggi di setiap prodi. Masih lanjut lagi sama peraih penghargaan extra-ordinary student (elamat yah buat Umi Habibah). Dan yang terakhir, yang paling ditunggu-tunggu, yaitu Student, Lecturer, Staff, dan Prodi of the Year 2009.
Panggilan pertama ditujukan buat peraih gelar Student of the Year 2009. Tahun lalu, peraih gelar ini adalah teman saya di lembaga kemahasiswaan, Welliam Cung. Tahun ini, semua bertanya-tanya siapa yang bakal meraih gelar itu. Dengan suasana tegang, MC bacain pelan-pelan, "Student of the Year tahun ini, diraih oleh...." Jreng jreng jreng... (bayangkan layaknya cara bicara MC kalau urusan gini), "oleh.... Muhammad Fauzil Haqqi !!!".
Loh?? saya langsung disalami teman-teman di dekat tempat duduk saya. Gila aja, saya juga bingung kenapa tiba-tiba nama saya yang disebut. Tapi sedikit nggak kaget juga sih. Langsung saya maju ke depan, sekali lagi dengan tangan bertatto. MC melanjutkan dengan 3 peraih gelar Lecturer of the Year, 3 gelar Staff of the Year, dan terakhir gelar Prodi of the Year. Di tengah-tengah proses itu, saya ngelihat ke arah salah satu staff direktorat kemahasiswaan, dan saya langsung diwanti-wanti dengan isyarat, "awas loh tattonya!!!". Di pikiran saya, "hahaha... iya bu, tau... ini aja susah payah nyembunyiin".
Nggak cuma itu, Prodi of the Year 2009 dipegang oleh Prodi saya, Information Technology. Kata anak-anak, "wah perfect nih IT, ada yang jadi Student of the Year, dan prodinya jadi Best Prodi of the Year". Langsung begitu MC bacain pemenangnya, anak-anak IT kompak sorak-sorak, " Go IT go IT go!!! Go IT go IT go!!!" Wah, saya sebagai mantan ketua HMP bangga punya teman-teman yang kompak kayak gini. Teruskanlah wahai penerus bangsa!!! Tetap kompak yah anak IT!!!
---
Wah, jadi Student of the Year 2009, merupakan suatu berkah tapi juga suatu beban tersendiri buat saya. Kenapa? soalnya saya ngerasa di tahun ini saya nggak banyak melakukan sesuatu yang berarti, terutama di mata teman-teman saya. Sebagian kerjaan saya sebagai lembaga kemahasiswaan juga nggak saya lakukan dengan all out, gara-gara waktu itu sedang ada masalah. Pikiran saya, saya pasti bukan apa-apa di mata teman-teman yang lain. Meskipun, saya seorang anggota BPM Universitas Ma Chung. Meskipun saya jadi Steering Committee di MaC-Maple 2009. Meskipun saya jadi ketua HMP Teknologi Informasi. Meskipun tulisan saya terbit di PC Media. Meskipun semuanya. Tapi saya nggak ngerasa ngelakuin apa-apa di tahun ini.
Oiya, kenapa saya nggak ngerasa terlalu kaget nerima kejutan itu? Soalnya saya udah menebak kalau email yang dikirim itu ada apa-apanya sama suatu penghargaan, dan itu yang paling mungkin adalah penghargaan Student of the Year. Cuma saya nggak terlalu berharap. Eh, ternyata kejadian beneran. Lumayan lah, kalau dihitung-hitung dengan beasiswa yang sudah saya dapat sebelumnya, biaya kuliah saya sampai lulus (kalau normal 8 semester), udah sisa 2 jutaan aja. Lumayan buat meringankan beban kuliah yang ditanggung orang tua saya. Ya, penghargaan kali ini diikuti dengan beasiswa di dalamnya. Nggak seperti gelar Student of the Year 2007 yang saya dapatkan, yang cuma di atas kertas sertifikat tanpa ada yang mengikuti. Hehe... Lha bukan resmi dari yayasan kok, cuma dari sebuah event yang saya sendiri nggak jelas maksudnya apa.
Tapi, jadi Student of the Year 2009 harus menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Berarti selama ini performa saya ada yang melihatnya. Sesuatu yang buat saya nggak terlalu berarti jika dilakukan, jadi sebuah penilaian tersendiri bagi orang lain untuk saya. Terima kasih buat semua orang yang selama ini mendoakan saya, mendukung saya, menemani saya, memberi peluang saya, membantu saya, pokoknya semua orang yang nggak menyulitkan saya. Saya nggak ada niat untuk mempertahankan gelar ini, karena masih ada orang lain yang lebih berhak. Orientasi saya tahun ini sudah berubah ke usaha masa depan. Anyway, THANKS FOR ALL!!!!
Nih, fotonya sementara baru bisa dapat yang kualitas pas-pasan dari facebook...
read more...
Posted by Haqqi at 8:43 PM 6 comments
Labels: Bahasa Indonesia, My Experiences
Kemana Para Blogger Ma Chung?
Jul 5, 2009Sebuah tanda tanya
Pertanyaan dengan kata-kata "kemana mereka semua?" muncul di otak saya. Kenapa? Saya miris melihat widget "My Friend's Blog" di blog saya. Dulu waktu awal-awal ngeblog, semua pada rajin nulis posting. Setiap minggu, ada aja posting baru yang menarik untuk dibaca. Setiap minggu, ada aja waktu untuk ninggal comment di blog mereka. Memang sih, hampir semua blog di situ punya teman-teman saya di kampus. Tapi itu malah muncul sebuah pertanyaan yang lebih besar, kenapa dampak "kemunduran posting" menjangkit blogger satu kampus?
Coba aja lihat gambar yang saya capture tanggal 5 Juli 2009 jam 1 siang. Blog yang paling update adalah punya globber, komunitas blogger Malang. Itupun selisih dengan posting sebelumnya juga cukup lama. Coba lihat yang bawah lagi, lumayan lah masih 2 hari. Tapi berikutnya, mulai 3 minggu nggak update, sampai yang 8 bulan. Mungkin sudah nggak ada mood nge-blog sih. Bahkan beberapa orang yang dulunya setiap minggu bise menelorkan lebih dari 2 posting saja, sekarang blog-nya nggak pernah ada update.
Tapi saya jadi pikir-pikir. Daripada menuh-menuhin list, apa mending saya hapus ya??? Lha tapi kalau nanti tiba-tiba nulis posting kan jadi nggak bisa up to date. Entahlah.
Alasan lain sih, beberapa blogger itu lebih suka posting di facebook daripada di blog mereka sendiri. Pertimbangannya, mungkin karena lebih banyak teman dekat yang baca daripada kalau diposting di blog luar, soalnya bisa langsung nge-tag teman yang ingin kita tunjukkan tulisan kita. Hm, wajar sih.
Saya coba mengaca ke diri saya sendiri. Akhir-akhir ini, memang saya juga jarang update posting. Mulai karena gara-gara kuliah saya yang penuh, kesibukan kerja saya yang meningkat, sampai pada kemalasan saya mengetik posting. Hwaha. Kenapa jarang posting juga, mungkin karena sebuah alasan lain yang sekarang sudah saya atasi. Yaitu munculnya keperfeksionisan saya. Saya jadi pilih-pilih topik kalau posting. Kalau nggak bagus, nggak mau posting. Padahal nulis posting yang benar-benar bagus itu lumayan sulit dan nggak jarang bikin berhenti di tengah-tengah.
Tapi mulai sekarang, apapun yang ada di otak saya, yang lumayan menarik meski nggak perfect, akan saya coba tulis. Karena setiap blog pasti punya penggemar, dan saya mencintai semua penggemar blog saya (kok jadi sok narsis gini, wkwkwk). Sudahlah, biarkan mereka yang bosan nge-blog tetap bosan. Saya akan coba meneruskan jejak blog saya yang paling saya cintai ini. Topik-topik berikutnya saya coba sedikit mengarah ke dunia pemrograman game. Sebelum itu, saya mau nulis artikel dulu tentang Game Engine, biar dapat pemasukan juga sih, soalnya artikel Devilish Children kemarin udah habis di seri ketiga. ^_^
read more...
Posted by Haqqi at 1:19 PM 2 comments
Labels: Bahasa Indonesia, My Experiences
2 Event Sukses di Tahun ke-2
Jul 4, 2009Kesuksesan dengan perjuangan
Fyuh, saya benar-benar bangga dengan semua yang terjadi. 2 program kerja yang dulu saya rintis, tahun ini benar-benar terlaksana dengan sukses. Apa maksudnya? Ini ada hubungannya dengan masa lalu saya yang sempat jadi anggota BEM Universitas Ma Chung. Dulu, tahun pertama kuliah, karena gagal di pemilihan ketua HMP dan ketua angkatan, saya jadi "nyasar" di BEM, sebagai koordinator bidang professional skill. Dengan anggota yang "sedikit" kacau, saya coba rancang kegiatan yang kira-kira bisa dikerjakan secara berkelanjutan.
Ya, buat yang baca blog saya dari awal, pasti tahu kalau salah satu kegiatan itu adalah MaC-MathiC 2008, sebuah kompetisi matematika untuk tingkat SMA. Pada masa awal saya di BEMU, mungkin karena kurangnya kematangan konsep, kurangnya pengalaman baik dari saya dan panitia pelaksana, dan tidak adanya pembimbing yang berpengalaman, acara tahun itu jadi kurang perfect. Yah, tapi sangat baik lah untuk sebuah permulaan. Event besar kedua yang saya buat adalah Technopreneur Days, sebuah event yang menggabungkan konsep teknologi dan entrepreneur. Tapi sekali lagi, dengan kurangnya kematangan dari konsep dan pelaksana, event ini juga kurang all out.
Nah, parameternya apa kok bisa saya bilang kurang perfect dan kurang all out. Peserta. Ya, dari segi peserta, kedua event itu nggak memenuhi target yang direncanakan. Cuma itu saja. Tapi dari segi lain, dengan mempertimbangkan sisi-sisi lain, event tahun itu, di mana saya masih menjabat sebagai anggota BEMU, adalah awal yang sangat-sangat baik. Salut buat panitia pelaksana MaC-MathiC 2008 dan Technopreneur Days 2008.
Di tahun kedua, karena saya terpilih menjadi ketua HMP di prodi saya, otomatis saya nggak bisa jadi anggota BEMU. Jadi, ada orang lain yang menggantikan saya di posisi tersebut. Ternyata, meskipun orangnya berganti, dasar dari rancangan kegiatan nggak terlalu berubah. Mereka tetap berniat meneruskan kompetisi untuk anak SMA, dan technopreneur days untuk tahun 2009. Dan setelah melewati kedua event tahun 2009 itu, saya benar-benar sadar (lagi) kalau yang saya lakukan di tahun pertama itu nggak sia-sia. Benar-benar sebuah awal mula yang baik untuk semuanya.
Event kompetisi yang dulunya bernama MaC-MathiC 2008, tahun kedua itu berganti menjadi MaC-MaplE 2009, dengan penambahan subjek fisika, kimia, dan logika, selain matematika yang sudah ada. Di event tahun 2009 itu, saya terpilih menjadi SC (lagi), karena saya juga anggota BPMU. Ya, ada suka dukanya di kepanitiaan tentunya. Menghadapi bermacam masalah, dari segi dana sampai peserta. Awalnya kekurangan dana. Setelah berhasil mencari sponsor, giliran bingung karena kekurangan peserta. Sampai (kalau nggak salah) 3 hari sebelum hari H, peserta yang mendaftar sangat kurang dari target. Untungnya, entah bagaimana terjadinya, pada H-1, terjadi penambahan peserta sampai melebihi quota. Intinya, dari berbagai sudut, acara tahun 2009 itu bisa dibilang sukses besar. Saya benar-benar bangga pada panitia pelaksananya, meskipun karena suatu masalah (bisa di-tracking dari posting saya sebelumnya), saya jadi nggak all out di kepanitiaan itu. Tapi anyway, acara tersebut sudah terlaksana dengan baik.
Yang kedua, acara Technopreneur nggak ada perubahan nama, bahkan logo. Hanya saja tahunnya yang diganti, jadi Technopreneur 2009 dengan sedikit perubahan dan penambahan konsep. Adanya kompetisi untuk internal, maksudnya pesertanya adalah mahasiswa Ma Chung sendiri, membuat acaranya tambah inovatif. Tapi nggak sedikit pro-kontra dari acara tambahan itu, yang saya dengan dari beberapa orang. Kalau dari saya sih, dengan mengacu juga dari komentar orang lain, saya sedikit nggak sreg sama acara kompetisi itu. Ok, pertama-tama saya kasih tahu nama kompetisinya, yaitu Technopreneur Brainstorm Competition. Sebuah ajang business plan, intinya, cuma rancangan bisnis.
Hadiah yang diberikan untuk pemenang memang nggak kecil, juara pertama 20juta, kedua 15 juta, dan ketiga 10 juta. Tapi di situlah salah satu argumen saya muncul. Argumen pertama, karena uang hadiah itu dalam bentuk modal, mau nggak mau pemenang harus segera mengimplementasikan idenya. Lha padahal pemenang itu pasti kalo nggak semester 5 ya semester 3 masih. Terus, kalau mereka konsen di bisnisnya, gimana kuliahnya??? (Ini juga ngambil dari comment seorang dosen). Argumen kedua, sedikit kontroversial. Di event ini, panitia boleh ikut sebagai peserta. Lucu nggak??? meskipun tim juri bukan dari panitia, gimana-gimana kalau panitia yang jadi pemenang, pasti akan muncul masalah di belakang. Sejujur apapun panitia, ini lebih banyak efek buruknya, seperti yang dijelaskan waktu evaluasi akhir LK di Batu kemarin. Dengan berbagai pertimbangan selain argumen-argumen diatas (termasuk karena nggak dapat tim yang cocok), saya memutuskan untuk nggak ikut TBC.
Anyway, dari TBC, jumlah peserta kurang memenuhi target, tapi bisa dianggap sukses lah. Bagian yang nggak hilang dari Technopreneur sebelumnya adalah sesi seminar. Tema seminar kali ini adalah e-branding, berbeda jauh dari PDCA dan rancangan BEMU awal waktu diklat bareng dulu, yang mau dimasukkan unsur bioteknologinya. Ya memang ini terjadi karena ada "seseorang" yang paling berpengaruh yang menurut saya juga nggak bagus. Seminar kali ini, karena pak Romy Satria Wahono yang awalnya direncanakan sebagai pembicara nggak bisa hadir, sempat terjadi kebingunan di dalam kepanitiaan. Yang takut pesertanya kehilangan minat lah, yang takut nggak nemu pembicara lain yang kompeten lah, yang gimana lah.
Tapi seminar ini, yang baru terlaksana hari ini, 4 Juli 2009 di Universitas Ma Chung, saya lihat cukup sukses dari segi jumlah pesertanya yang memenuhi target. Pembicaranya juga nggak kalah bagus, yaitu pak Daniel Surya yang saat ini menjabat sebagai Managing Country dari Brand Union, dan pengganti pak Romy, yaitu Anang Supardi dari SAM Design. Panitianya, meskipun sempat terombang-ambing gara-gara sebagian besar jadi peserta TBC, tapi tetap kompak. Salut buat panitia Technopreneur 2009.
Secara pribadi, saya benar-benar menikmati sesi pertama. Pembicara benar-benar orang professional. Tapi saya sedikit kurang merasa nyaman di sesi kedua. Suara pembicara yang kurang enak didengar dan cara bicaranya yang sedikit-banyak "jayus". Dari pembicara pertama, saya jadi lebih termotivasi untuk abroad, keluar negeri, menikmati indahnya dunia. Meskipun karena tuntutan pekerjaan, saya yakin itu tetap menyenangkan karena memang pekerjaan yang disenangi.
Lumayan lah hari ini, wasting time tapi dapat motivasi di seminar. Sayangnya sampai sekarang, saya belum melanjutkan proyek saya. Aduh2, sudah jam berapa ini. Waktunya baca ebook lagi dan mulai coding. Jangan main typing maniac melulu.
read more...
Posted by Haqqi at 10:23 PM 2 comments
Labels: Bahasa Indonesia, My Experiences
Papercraft Kedua - Macaw
Jun 7, 2009Sehari posting dua kaliHaha, belum-belum udah kepingin bikin papercraft lagi. Barusan aja selesai bikin yang kedua. Kali ini sumbernya lain, dari websitenya yamaha. Model yang saya kerjakan adalah macaw, bisa dilihat di website tadi. Kenapa saya milih ini? Sebetulnya saya lebih suka ngerjain yang dari websitenya canon. Tapi berhubung kertas foto saya udah habis, sisa 2 lembar, jadi terpaksa nyari desain yang cuma 2 lembar. Soalnya yang dari websitenya canon hampir semua di atas 4 lembar, besar-besar sih. Awalnya sih mau ngerjain papercraft gitar, tapi saya lihat-lihat, potongannya terlalu kecil untuk pemula seperti saya.
Akhirnya, dengan sebuah referensi, saya mampir di websitenya yamaha. Lumayan banyak modelnya, terutama yang realistic motor cycle. Wuih, part-partnya lengkap dari setir sampai knalpot. Yang bikin nggak kuat selain detailnya yang menohok, kertasnya butuh 14 lembar. Haduh... Ngerjainnya bisa-bisa habis waktu seminggu penuh. Ya mending coding bikin game aja.
Alhasil, saya pilih model burung macaw. Awalnya kelihatannya gampang. Tapi ternyata bagian tersulit ada di kepala yang potongannya kecil dan nempelnya rumit banget. Jadinya nggak rapi deh, lebih buruk dari garapan yang penguin sebelumnya. Hasil jadinya jelaslah lebih kecil dari si penguin. Lihat aja di fotonya. Ngerjain ini juga sekitar 3 jam, saya kerjain dari jam 1an.Aduh, jadi nggak belajar buat UAS besok deh. Udahlah, hari esok biarlah berjalan esok saja. Nggak usah terlalu dipikirin. Sekarang happy-happy dulu. Sambil menunggu redanya suasana untuk melanjutkan ice queen project. Haha... Kayaknya posting ini cukup sekian, saya cuma mau nampilin foto hasil garapan saya. See you all.
read more...
Posted by Haqqi at 4:54 PM 7 comments
Labels: Bahasa Indonesia, My Experiences, Papercraft
Papercraft Pertama - Penguin
Akhirnya papercraft pertama saya jadiSetelah dengan halusnya meminta dibelikan printer infus ke ortu saya, akhirnya dibelikan juga. Cukup lama saya kepingin printer ini. Habis printer yang ada di rumah cuma printer lawas warna hitam yang sering error kalo nge-print. Emosi banget waktu pake printer itu. Keinginan punya printer warna meledak saat kepingin bikin papercraft. Ternyata permintaan saya dikabulkan ortu. Dikasih duit buat beli printer. Nyari-nyari printer yang beredar di pasaran, dapetnya epson T11. Lumayan lah, beli di toko langganan bisa selisih 60 ribu dari toko lain. Emang saya ini kalau nyari toko komputer murah bisa sampe pelosok-pelosok. Haha...
Ok, habis beli printer, saya langsung cari bahan buat papercraft. Karena ini papercraft pertama saya, saya pikir jangan yang sulit-sulit dulu. Lagian saya lupa beli kertas foto dan sisa kertas foto yang dulu tinggal 6 lembar. Alhasil habis cari di website-nya canon nemu yang penguin. Cukup butuh 4 lembar kertas foto, dengan jumlah potongan yang nggak terlalu banyak, saya putuskan untuk buat yang ini.
Wah, ternyata kalau masih pemula lumayan susah. Gara-gara udah lama nggak pake gunting, jadi harus membiasakan diri lagi. Saya ngerjain papercraft itu mulai jam 6 dan baru kelar jam setengah 10. Huft, hampir 4 jam pokoknya. Butuh ketelitian yang cukup tinggi. Salah motong sedikit aja, bisa runyam jadinya. Dengan tingkat keseriusan tinggi, saya ngerjain di ruang tamu, itung-itung ngotorin dikit. Oiya, sedikit sharing nih, ini alat dan bahan yang saya gunakan.
1. Gunting
2. Cutter
3. Penggaris besi
4. Kertas foto untuk nyetak pattern (disarankan kertas foto matte, atau glossy waterproof)
5. Lem (sebaiknya lem kayu rajawali, bisa lengket sempurna)
6. Otak (ini gak bisa dikerjain kalo nggak mikir, wkwkwk)
Kalau website tempat ambil patternnya, saya rasa udah saya share di posting tentang papercraft sebelumnya. Ya paling gampang googling lah, apa susahnya sih.
Selesai bikin, tenaga saya abis dan langsung ngantuk. Nggak sempat nge-foto waktu malam-malan, saya langsung naik ke kamar dan meniduri kasur tercinta. Paginya, langsung saya foto deh hasil papercraft pertama saya. Meski hasilnya nggak terlalu perfect cos cuma pake kertas foto glossy biasa. Untungnya yang agak tebel, meski warnanya dikit pudar. Ketelatenan sangat mempengaruhi hasil. Buktinya gara-gara kurang telaten, jadi ada lumayan bercak lem di badan si penguin deh. Kurang sip jadinya. Tapi gak papa, berikutnya setelah uas dan setelah beli kertas foto lagi, saya mau bikin yang 10 lembar. Paling nggak bikin maket forbidden city, haha...
read more...
Posted by Haqqi at 8:49 AM 1 comments
Labels: Bahasa Indonesia, My Experiences, Papercraft