Welcome to HQ's Blog

Hello World! If you've visited this blog before, welcome back. Please help me what article do you like by give it a comment. But if you're new with this blog, please feel free to stay ahead for a shortwhile, to read my articles. I assure you will get something by read it carefully. Haha...

Ok ok... By the way, this blog belongs to me, Haqqi. Yeah, that is my nickname. If you want to know about me, please read the top sidebar titled "About Me". If you want to know MORE about me, please feel free to add my Messenger (xp_guitarist) and chat with me. I am Indonesian. My English is not so good, so please don't laugh if my 'syntax' is wrong. But sometimes I will post my blog in Bahasa Indonesia (I think most of them will).

The reason I create this blog is, I want to share everything I can share. From my experience, computer program I used, my algorithms and source codes, and some useful infos and tips. So, if you want to request something I can, feel free to ask. And if you also want to share me something, I always open my hand, haha. Anyway, WELCOME TO MY BLOG!

This site is best viewed with Mozilla Firefox with resolution 1024x800 or more

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

ANNOUNCEMENT!!!

This blog is dead!!! I moved it to my new blog in http://haqqi.net. Thank you for reading this blog. Hope you will read my new blog too.

Dunia Saia Kembali

Dec 14, 2008

Saia sudah menemukan dunia saia lagi, tapi apakah yang saia lakukan selama ini 'benar'?

Posting kali ini bukanlah sebuah artikel yang baik. Mengapa? Sudah terlihat pada headline warna merah di atas. Karena dalam posting ini akan ada 2 topik yang berbeda, walaupun mungkin masih berhubungan. Bukankah suatu artikel yang baik adalah artikel yang hanya berisi satu topik saja? Sudahlah, bukan itu intinya. Yang penting saat ini saia sedang ingin menulis artikel ini.

Ada apa dengan dunia saia? Ya, seperti pada judul di atas, dunia saia sudah kembali, bahkan lebih baik dari dunia saia yang dulu. Tapi ada suatu keanehan yang terjadi. Apa itu, saia akan ceritakan di bagian akhir. Kembali ke topik, memangnya selama ini dunia saia pergi kemana? Entahlah, mungkin ini karena kehadiran 'dia' dalam hidup saia, yang memunculkan suatu keraguan dalam hati saia, karena saia tidak tahu hal yang saia benar-benar ingin tahu tentang dia. Yah, mungkin bisa lebih dilihat pada posting-posting saia sebelumnya, yang berhubungan dengan dia.

Kembali ke definisi, seperti apa dunia saia, baik dulu maupun sekarang? Sebenarnya definisi dunia saia sangat kompleks, sampai saia sendiri juga nggak terlalu bisa mendefinisikannya. Definisi pertama: dunia saia itu, dimana saia selalu berusaha mencapai tingkat teratas. Saia selalu berusaha melakukan yang terbaik, untuk semua hal 'yang berhubungan' dengan saia. Saia nggak mau setengah-setengah. Hehe, jadi ingat suatu komik yang ada karakter yang disebut sebagai cowok 'setengah-setengah'. Saia bahkan lebih memilih untuk nggak melakukan kalau sudah tahu hasilnya akan setengah-setengah. Tapi saia selalu melakukan yang terbaik untuk apa yang saia mau. Apa maksudnya dengan 'yang berhubungan' saja? Ya kalau memang nggak berhubungan dan nggak ada efeknya buat saia ya nggak perlu saia lakukan yang terbaik. Apa yang membuat dunia saia seperti ini? Ini semua saia lakukan setelah saia membuang masa lalu saia dimana saia selalu merasa dipandang sebelah mata oleh orang lain. Saia kasih tahu, rasanya sama sekali nggak enak loh, dipandang sebelah mata.

Definisi kedua: dunia saia itu, dimana saia selalu ingin tahu apapun, lebih tepatnya semua yang berhubungan dengan saia, sedetail mungkin. Apapun itu, kalau saia memang ingin tahu, akan saia cari sedetail yang saia mampu. Kalau saia nggak benar-benar tahu, saia pasti kepikiran, dan saia akan secepatnya cari tahu sampai benar-benar dapat kepastian. Kembali lagi, itu semua karena saia nggak mau setengah-setengah. Contohnya, sebelum melakukan sesuatu, saia akan cari tahu apakah yang saia memang benar-benar bisa mendapatkan hasil. Kalau memang ada kemungkinan bisa, ya saia coba. Kalau memang benar-benar nggak bisa, ya sudah, saia nggak akan memulainya. Mungkin ini yang menyebabkan saia kehilangan dia. Saia terlalu ingin tahu tentang dia. Tapi itu semua saia lakukan karena saia nggak mau kecewa suatu saat nanti, jadi lebih baik saia tahu semua tentang dia seawal mungkin. Tapi ternyata dia nggak suka 'dicari tahu', dan dia sekarang menghilang, entah kemana. Mungkin saia perlu ikut reality show 'terhemek-hemek' ya? Tapi kan kalau di acara itu, yang dicari 'bentuk fisiknya', sedangkan saia kehilangan bukan fisik dia, tapi perasaan dia yang pernah terbuka untuk saia.

Masih menyambung definisi kedua, sebenarnya yang ingin saia tahu adalah pengalaman orang lain, bukan masalah. Makanya saia suka sekali dengar cerita-cerita pengalaman orang, dengar berbagai macam seminar motivasi dari orang-orang sukses maupun orang-orang gagal. Dengan begitu saia bisa mengambil pelajaran dari itu semua. Kepada dia pun yang sebenarnya ingin saia dapatkan adalah share pengalaman. Tapi ternyata yang saia maksudkan itu 'belum menjadi pangalaman'. Jadi masih dalam bentuk masalah yang mungkin nggak akan terselesaikan selama dia nggak mau memulai untuk menyelesaikannya. Tapi saia tetap ingin tahu, ya jadinya seperti ini...

Definisi ketiga: dunia saia itu, dimana saia bahagia dengan kesendirian saia. Saia selalu bisa bersenang-senang dengan 'saiank' yang selalu ada bersama saia. Tapi 'saiank' saia sedang 'sakit' sejak lama. Saia sempat kesepian saat 'saiank' saia nggak terlalu bisa saia andalkan. Saia sempat mencari hal yang lain untuk mengisi kesendirian saia. Saat dia datang ke hidup saia, saia menemukan kebahagiaan lain itu. Dia mungkin berlatar belakang sama seperti saia, dibiarkan begitu saja oleh orang tua, sehingga jadi orang yang mandiri dan cenderung individualis. Tapi dia berbeda dengan saia, tapi itu yang membuat saia jatuh padanya. Loh, kenapa kok sampai jatuh, padahal berbeda? Ya kalau dia 'sama' dengan saia, dia akan menjadi SECOND, bukan FIRST. Paham?! dialah yang saia anggap mampu melengkapi hidup saia yang banyak kelemahan ini.

Masih banyak definisi-definisi yang lain. Yang kali ini saia tekankan tentang dunia saia adalah dunia dimana saia bisa merasakan bahagia walaupun sendiri. Mungkin dulu karena 'saiank' saia sedang sakit, saia jadi kehilangan teman. Lalu saia menemukan dia, dan dia masuk ke hidup saia. Berhubungan lagi dengan definisi kedua, akhirnya saia memutuskan untuk cari tahu tentang dia, dan langsung bertanya ke dia. Ternyata dia sama dengan saia, orang yang tertutup. Hanya saja dia menanggung beban yang jauh lebih berat dari saia, dalam hal kehidupan. Ini juga masih ada hubungannya dengan definisi pertama, saia nggak mau setengah-setengah nantinya. Kalau memang dia bukan yang 'sempurna untuk saia', ya saia akan berhenti. Tapi ternyata dia hampir memiliki apa yang saia sebut 'sempurna'.

Mungkin dia yang membuat saia sempat kehilangan dunia saia. Karena definisi kedua nggak terpenuhi, artinya saia nggak tahu sepenuhnya tentang 'hatinya', saia jadi nggak bisa memenuhi definisi yang pertama, jadi nggak bisa melakukan yang terbaik untuk saia, dan dia. Akhirnya saia mengambil langkah yang salah, dan bahkan langkah itu terlambat. Dia sudah mengisi kekosongan saia yang sempat kehilangan 'saiank' saia, dan dia sudah menjadi bagian dari hati saia. Saia benar-benar merasa kangen kalau nggak ketemu dia sehari saja. Itu berarti saia juga sudah kehilangan definisi ketiga saia. Wah, kehilangan ketiga definisi saia, itu sama saja dengan saia kehilangan dunia saia yang lama. Dia menggantinya dengan dunia dimana saia membutuhkan dia untuk kebahagiaan saia.

Gawatnya, saat dunia itu sudah terbentuk, saia kehilangan dia akibat saia terlalu memegang teguh definisi kedua saia. Saia terlalu ingin tahu tentang dia, walaupun ternyata yang saia tahu hanya 30%-nya saja. Akibatnya dia menjauh dan sekarang dia menutup hatinya, dan saia nggak tahu apakah akan terbuka lagi untuk saia. Padahal saia sudah melepaskan dunia saia yang dulu, ternyata saia kehilangan lagi dunia yang dia bentuk. Saia semakin nggak menentu. Tapi saia tetap orang yang logis, saia nggak mau menghancurkan 'diri' saia meski saia kehilangan dunia saia. Saia tetap menjalani rutinitas, walaupun merasa 'kosong' dan 'setengah-setengah'.

Saia ingin dunia saia kembali, entah dunia awal saia, atau dunia yang sudah dia bentuk. Saia nggak mau ada terus ada di tengah kebimbangan. Dan sekali lagi, saia mengambil tindakan untuk mendapatkan dunia saia yang manapun. Sedikit nekat memang, saia coba tes dia. Walaupun saia sudah mengatakan perasaan saia, dan dia juga sudah mengatakan perasaannya, saia coba terus masuk ke bagian yang tidak dia suka. Saia terus menanyakan sebanyak mungkin urusannya. Sekali lagi saia bilang, saia nggak suka setengah-setengah. Jadi kalau iya ya iya, kalau nggak ya nggak. Saia juga nggak enak sama dia. Di malam saia mengatakan perasaan saia, dia menulis bulletin bahwa dia nggak siap kehilangan seseorang, dan saia anggap seseorang itu saia. Apa artinya sebenarnya dia masih mengharapkan saia, tapi bukan saia yang selalu ingin tahu?! Saia jadi merasa bersalah sudah membuat dia bingung. Jadi pilihannya ya tinggal dua, iya atau nggak. Daripada saia terus ada di tengah kebimbangan itu.

Saia nggak bisa membenci dia. Perasaan yang ada di diri saia nggak main-main, saia tetap dengan perasaan saia. Jadi, tinggal bagaimana saia 'mengatur' perasaan dia ke saia. Apakah saia harus membuat dia memiliki perasaan yang dulu lagi?! Waduh, pasti butuh waktu lama, karena saia pegang prinsip 'cinta datang karena telah terbiasa', dan saia bisa hancur kalau saia terus menunggu di tengah kebimbangan. Kapan lagi bisa 'terbiasa' seperti dulu?! Padahal dia bukan orang yang mudah melupakan pengalaman. Gawat, saia tetap harus ambil tindakan sebelum saia benar-benar hancur karena menunggu.

Saia ambil jalan singkat. Saia terus 'mendesak' dia, karena saia bingung dengan bagaimana perasaan dia yang sebenarnya, apakah masih ada untuk saia atau tidak. Saia butuh jawaban secepatnya. Lalu saia terus mengatakan bahwa saia benar-benar ingin berada di hatinya yang hanya tinggal 40%. Saia mengatakan bahwa hari-hari saia nggak bisa tenang, walaupun memang waktu itu nggak bisa tenang, jadi bukan perkataan yang dibuat-buat. Saia terus 'mendesak' dia, saia terus beraksi seolah saia ingin tahu semua tentang dia. Sampai saat terakhir saia telepon, dia mengatakan bahwa dia ill feel kepada saia, dan mengatakan suatu ancaman yang nggak saia perkirakan sebelumnya. Waduh, saia merasa ini saatnya berhenti untuk 'mendesak' dia, sebelum yang lain terkena efeknya.

Oke, saia anggap dia sudah 'membenci' saia, dan saia anggap sudah nggak ada pintu buat saia. Berarti ini saat yang tepat untuk memilih dunia yang mana yang saia inginkan kembali, dan jelas, pilihan saia adalah dunia saia yang dulu. Saia ingin kembali merasakan indahnya di kesendirian, merasakan adrenalin saat berusaha mencapai tempat teratas, dengan tetap ingin tahu segalanya. Saia coba 'berbaikan' lagi dengan 'saiank' saia. Dan ternyata 'saiank' saia masih bisa diandalkan. Tugas-tugas saia terselesaikan dengan baik, walaupun mungkin faktor utamanya adalah sudah tenangnya pikiran saia.

Dunia saia kembali!!! Saia kembali merasakan sedang berada di atas. Beberapa pressure saia terselesaikan dengan cepat berkat pikiran tenang saia. Tapi ada yang aneh. Untuk definisi pertama dan kedua, dunia saia jauh lebih baik. Saia benar-benar kembali ingin melakukan segala hal secara maksimal, dan harus lebih baik dari yang lain. Saia menjadi banyak ingin tahu, walau sebatas hal-hal yang berhubungan dengan ilmu pasti, dan jika menyangkut orang lain, benar-benar hanya tentang pengalaman saja. Tapi untuk definisi ketiga, saia merasa ada sedikit perubahan. Saia jadi nggak terlalu bisa sendiri. Saia kangen dia. Saia tetap inginkan dia. Walaupun dalam pikiran saia sudah saia tanamkan bahwa dia membenci saia dan saia sudah nggak ada peluang untuk masuk. Saia nggak bisa menghilangkan perasaan saia. Padahal dulu, setiap saia bahagia maupun sedih, saia selalu bisa menyimpannya sendiri. Sekarang, setiap ada cerita bahagia, ingin rasanya saia ceritakan kepadanya. Tapi apa daya, dia sudah menjauh. Nggak ada lagi waktu dan tempat yang pas untuk ngobrol berdua dengannya.

Untuk menulis ini, saia sampai merusak jadwal saia mengerjakan tugas, molor 2 hari dari yang direncanakan. Saia ingin cepat-cepat posting ini, setelah saia membaca bulletin dia. Dia berkata di hidupnya masih ada kebingungan diantara 3 pilihan, saia bisa menebak 2 diantaranya. Tapi saia ragu apakah saia masuk yang ketiga. Akhirnya dengan membuang perasaan, dan berganti memakai logika. Saia menganggap bahwa saia nggak masuk yang ketiga. Saia assign itu untuk orang lain yang saia rasa lebih dekat dengan dia. Saia bahkan sudah menulisnya dalam reply message ke dia langsung. Tapi beberapa hari lalu, saat saia bertemu dengannya, seperti biasa, ngobrol rame-rame dengan teman lain. Dalam suatu topik, dia menyinggung bahwa saia dan dia 'berbeda'. Walaupun masih dalam hal task schedule, saia merasa ada penekanan saat dia mengatakan itu. Loh, saia jadi kepikiran. Itu bukan kata-kata untuk menjauh dari saia. Di surat yang saia tulis dulu buat dia, jelas-jelas saia tulis bahwa saia jatuh padanya karena dia memang 'berbeda'. Perbedaan itulah yang membuat dia jadi calon FIRST.
Bukankah seperti yang saia jelaskan, saia punya time management, dia punya stress management. Kalau digabungkan kan asyik?!?! Apa artinya saia masih diberi kesempatan?! Saia jadi bingung lagi.

Padahal saia juga sudah mengurungkan niat untuk menggapainya lagi, meski perasaan saia benar-benar nggak bisa saia hilangkan. Sebenarnya yang ingin saia tulis hanya tentang kembalinya dunia saia. Tapi ternyata tentang dia jauh lebih banyak. Kembali ke topik, jadi apakah yang saia lakukan selama ini benar? Apakah saia boleh membuat dia membenci saia supaya saia bisa tenang mencari dunia saia lagi? Apakah itu nggak menyiksanya? Saia melakukan itu semua demi diri saia sendiri, apakah saia egois? Apa saia benar-benar bisa 'ikhlas' kalau kehilangannya? Saia kembalikan ke konsep, saia nggak bisa membenci dia, saia tetap dengan perasaaan saia. Jadi mau nggak mau harus dia yang membenci saia supaya saia dan dia nggak larut lagi. Dan saia yang akan membuatnya membenci saia. Sebenarnya saia benar-benar berharap dia nggak baca posting kali ini. Makanya saia sengaja buat posting ini sepanjang mungkin, karena saia tahu dia malas sekali untuk membaca. Tapi saia sudah terlanjur bilang ke dia untuk terus ikuti blog saia. Haha...

Saia mengharapkan dia segera mengambil keputusan. Saia nggak suka jadi setengah-setengah, dan saia juga nggak suka dengan orang yang setengah-setengah. Jadi, kalau memang saia masih bisa masuk ke dia, sebaiknya dia bilang saja. Selama dia percaya pada saia, saia akan selalu percaya pada dia. Dan saia akan selalu bahagiakan dia. Saia akan berusaha ikuti jalan pikirannya. Saia sudah katakan bahwa apa yang sudah saia miliki nggak akan pernah saia buang sia-sia. Tapi kalau memang sudah nggak ada lagi kesempatan buat saia, juga bilang saja, saia akan mencari tujuan lain. Yang saia inginkan adalah 'kejelasan', bukan kebimbangan, walaupun saia tahu betapa beratnya bagi dia untuk mengambil keputusan itu, dan betapa beratnya bagi saia saat saia tahu keputusan yang dia ambil bukanlah keputusan untuk memilih saia.

Oke, posting ini selesai di sini. Saia mau kembali ke dunia saia sejenak, berkutat dengan ilmu pasti, menggapai tempat teratas, selalu ingin tahu, walaupun sudah nggak terlalu bisa bahagia di kesendirian, dan masih teringat 'dia'. Kalau saia sudah selesai dengan urusan dunia saia, saia akan coba lagi untuk ke dunia yang pernah dibuatnya. Bahkan kalau mungkin, saia akan melakukan mixing antara kedua dunia itu.

Ini ada lagu dari Baron, yang judulnya Elegi, yang sedang cocok dengan keadaan saia saat ini. Lagu lama sih, tapi saia suka musiknya:
Download Link
Ada lagi, lagu yang cocok kalau memang saia kalau sudah nggak ada lagi kesempatan. Lagu dari Gigi, judulnya Matikan Cintaku:
Download Link

Lirik-nya:

Elegi - Baron

Janganlah kau salahkan
Cinta yang t'lah kau dapatkan
Jangalah kau risaukan
Cinta yang masih kau ragukan

Cinta tak harus saling memiliki
Biarkanlah cinta datang padamu

Janganlah kau risaukan
Cinta yang masih kau ragukan

Biarkanlah cinta datang padamu
Biarkanlah cinta datang menyapa

Biarkan cinta menusuk kalbu hati
Biarkan rindu menusuk jantung hati

Cinta tak harus saling memiliki
Biarkanlah cinta datang padamu

Mekarnya bunga hati yang kian memilahkan rasa di diri
Janganlah kau ragu dan kau beri harapan hidup buat hatimu

Biarkanlah cinta datang padamu
Biarkanlah cinta datang menyapa

Cinta tak harus saling memiliki
Biarkanlah cinta datang padamu

Janganlah kau salahkan
Janganlah kau risaukan


Matikan Cintaku - Gigi

Sebilah pedang tajam di tangan
Menusuk jantung kekasihmu
Andaikan aku mampu lakukan
Pasti ku ada di hatimu
Bersama... Selalu...

Di detak jantungku
Namamu slalu ada
Mengisi di ruang-ruang kosong hatiku
Andai aku bisa
Mengulang dan menghapus
Takkan ada lagi namamu...

Oh tuhan tolonglah...
Matikan cintaku...

Di saat kekasihmu terlelap
Kau buat puisi cinta untuk diriku
Andaikan itu kamu lakukan
Pasti ku ada di hatimu
Bersama... Selalu...

Di detak jantungku
Namamu slalu ada
Mengisi di ruang-ruang kosong hatiku
Andai aku bisa
Mengulang dan menghapus
Takkan ada lagi namamu...
Di sana kau bukan milikku
Di sana kau bukan untukku

Oh tuhan tolonglah...
Matikan cintaku...

Di detak jantungku
Namamu slalu ada
Mengisi di ruang-ruang kosong hatiku
Andai aku bisa
Mengulang dan menghapus
Takkan ada lagi namamu...

Oh tuhan tolonglah...
Matikan cintaku...

3 comments:

uMy MaNieZz said...

luh mas...
cinta jangan dimati'in...ntar mala tamba gede nyalanya...berkobar2 lagi...huehehe =p

Haqqi said...

Gimana mau matiin, susah banget tau...

Selama belum ada sesuatu yang membuat saia benar-benar 'membenci' dia, pasti nggak bakalan bisa mati. Keep fight!!!

Tap sekarang lagi saia tutup, saia kurangi oksigennya biar sedikit mereda, untuk sementara. Saia mau selesaikan obligation saia dulu, baru setelah itu 'mencari' dia lagi. Hehe... SEMANGAT!!!

Anonymous said...

Karena trNyta inStinG q lbh tajAm dr maTa q... Krn trNyt mMbCa skiLas bs myaKinkn q kL trNyt qm & q pny cr yg bdA, tp 1 7an... & tHis tiMe, q miLiH bwt nuLis ne... StLh q 'brUcAp' bBrP hr laLu.