Welcome to HQ's Blog

Hello World! If you've visited this blog before, welcome back. Please help me what article do you like by give it a comment. But if you're new with this blog, please feel free to stay ahead for a shortwhile, to read my articles. I assure you will get something by read it carefully. Haha...

Ok ok... By the way, this blog belongs to me, Haqqi. Yeah, that is my nickname. If you want to know about me, please read the top sidebar titled "About Me". If you want to know MORE about me, please feel free to add my Messenger (xp_guitarist) and chat with me. I am Indonesian. My English is not so good, so please don't laugh if my 'syntax' is wrong. But sometimes I will post my blog in Bahasa Indonesia (I think most of them will).

The reason I create this blog is, I want to share everything I can share. From my experience, computer program I used, my algorithms and source codes, and some useful infos and tips. So, if you want to request something I can, feel free to ask. And if you also want to share me something, I always open my hand, haha. Anyway, WELCOME TO MY BLOG!

This site is best viewed with Mozilla Firefox with resolution 1024x800 or more

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

ANNOUNCEMENT!!!

This blog is dead!!! I moved it to my new blog in http://haqqi.net. Thank you for reading this blog. Hope you will read my new blog too.

Report From Araya's Stage

Nov 28, 2008

Just my comment about our performance

Not so long ago, we played at Araya's Stage, at Malang Toys and Comic Competition 08, as scheduled. We prepared to play at least 11 songs, but actually just 8 songs we played. Of course, we know that the main event isn't music stage. The event runs for 3 days. Start from Friday, and would be ended at Sunday.

I couldn't come at the first day, so I came at the second day, the Saturday. As I said in previous post, we were planned to play at the Saturday. As usual, I pick up my vocalist firstly, and directly went to Araya Plaza. I think it was at 6 pm, when I arrived at the place. I entered the plaza, first, I wonder that the stage would be placed at the same place and same size as previous event. But I was disappointed, the stage is just as small as acoustic stage, of course, no head-cabinet amplifier.

But I think it's okay, because it's an indoor event. After we prepared for everything, we started to play at 7 pm. This show is the second show using Kinanti as vocalist, I decided to watch her performance, because we have decided to use Kinanti as permanent vocalist. So, she had to play good.

As mentioned before, we had to play anime soundtrack, here is the songs list:

  • Friends - Gundam OO
  • Niji - Samurai X
  • Shalala Ayakashi Night - Kekkaishi
  • Innocent - Digimon Frontier
  • Ash Like Snow - Gundam OO
  • Driver's High - ???
  • Dame - Samurai X
  • Ichirin no Hana - Bleach
Okay, let's start my review, quickly. We used additional vocalist for this show. He is my vocalist in my other band, Hyakutsuki. From the first song, I think we play it too slow, haha... Kinanti's show is still good. The second song is better, because we used to play it before, with the additional vocalist. The third song is 'brutal' again. I am as backing vocal, forgot the lyric. Moreover, the main vocalist, Kinanti, hm... I can just laugh. Actually she forgot the lyric, but she can hide it by give her microphone to audience. Haha...

We change the vocalist every other song. Of course the next song, Innocent, sing by the additional. He did the worst thing at melody phrase. Ah, whereas I like the melody so much, he entered too early. Of course the players were confused and my melody wasn't all out. But, it's okay. The other songs is just good enough, except the last song. My biggest fault is at the intro's. I played too fast, not compatible with the drum. Oh no... but it's okay, since the rest is good enough.

At the whole sight from my perception, the show is 80% success. Since we were all enjoy playing. I think Kinanti gave that enjoyment. She can attract both the audiences and us, the players. She is an asset that can't be replaced by anything. My intuition gave a picture that we will getting bigger with her. I hope she will enjoy being in this band forever. Okay?!
read more...

Apa Itu Ikhlas?

Nov 19, 2008

Saat-saat berpikir apa yang tidak pernah saia pikirkan

Seseorang (girl), berdiskusi dengan saia (lebih tepatnya debat). Topik pertama adalah tentang konsep 'ikhlas'. Sebelumnya, dia sudah bertanya kepada orang-orang yang dia akui, dan hampir semua orang yang dia tanya menjawab, "ikhlas itu berarti tulus tanpa mengharap imbalan". Coba tebak apa tanggapan dia? "Non-sense! Nggak masuk akal! Pada kenyataannya kan nggak ada orang yang seperti itu?!", dengan raut muka serius dia mengatakan pernyataan itu. Itu pertama kalinya saia terkejut bahwa ternyata dia bisa ngomong se-serius itu. Saia meng-iyakan saja, karena saia pendengar yang baik, maka saia teruskan mendengar ceritanya.

Konsep kedua yang sedikit dia terima adalah konsep dari her father. Beliau mengatakan bahwa ikhlas itu hanya mengharap pahala dari 'Yang Di Atas'. Ok, dia terima konsep itu. Tapi itu jelas mengatakan bahwa ikhlas yang dikatakan orang-orang itu memang nggak ada. Yang membuat saia heran, betapa kerasnya pendirian dia bahwa di dunia ini nggak ada orang yang berbuat sesuatu tanpa mengharap balasan. Tapi, sebenarnya saia sedikit setuju dengan pernyataan dia, dengan memakai sudut pandang yang berbeda.

Tentu saja karena dia telah bercerita pada saia, saia juga ditanya tentang konsep ikhlas saia. Sebelum saia menjelaskan konsep saia, saia akan menanggapi dulu 2 konsep yang dia katakan. Menurut saia, kedua konsep yang dia jelaskan itu lebih mengarah ke konsep 'tulus', berbuat sesuatu tanpa mengharap imbalan. Saia sendiri sadar bahwa konsep pertama yang dia katakan itu nyaris mustahil. Jika saia melihat dari sisi saia sendiri, setiap saia melakukan sesuatu, pasti selalu mengharap imbalan. Tapi perlu ditekankan bahwa imbalan itu bukan berarti sesuatu yang harus berwujud atau tampak secara nyata. Imbalan itu bisa juga diartikan sebagai kepuasan pribadi.

Ambil contoh 'Suster Apung' yang pernah masuk acara Kick Andy. Sebenarnya untuk apa beliau melakukan semua itu?! Beliau kan nggak dibayar, nggak dapat apa-apa?! Tapi saia rasa 'imbalan' yang beliau inginkan adalah senyum orang-orang yang beliau bantu sembuhkan. Dengan demikian beliau akan merasakan kepuasan pribadi dalam diri beliau. Itulah imbalan yang mungkin sebenarnya beliau inginkan. Nah, dilihat dari sisi kita, yang beliau lakukan itu tanpa mengharap imbalan.

Merujuk ke konsep kedua yang dia katakan, ikhlas (tulus) itu hanya mengharap pahala. Saia setuju dengan itu, tapi tidak sepenuhnya. Saia pernah bertemu dengan orang yang mengatakan bahwa jika kita sudah menanamkan bahwa pahala akan kita dapatkan setiap kita berbuat baik, maka kita nggak perlu lagi mengharap pahala. Loh, artinya konsep kedua jadi sama dengan konsep pertama donk, tanpa mengharap imbalan?! Ok, ok... Kembali ke penjelasan konsep pertama. Menurut saia, yang perlu dikonsepkan ulang adalah 'imbalan' tersebut. Ada orang-orang yang menganggap bahwa kepuasan pribadi itu bukan merupakan imbalan. Jadi nggak salah donk kalau mereka bilang nggak butuh imbalan. Tapi kalau saia, kepuasan dan kesenangan pribadi itu juga merupakan imbalan. Saia nggak akan melakukan sesuatu kalau saia nggak mendapatkan itu atau suatu imbalan dalam bentuk lain. Saia tekankan lagi, yang perlu dikaji ulang sebenarnya adalah konsep 'imbalan' tersebut.

Nah, masuk ke konsep saia tentang ikhlas. Menurut saia, ikhlas itu adalah 'menerima saat yang diharapkan tidak didapatkan'. Memang ini bukan konsep ikhlas yang mengarah ke kata tulus. Tapi memang ini pandangan saia tentang ikhlas. Saia sejak lama memegang konsep ini, tapi kata-kata yang saia tulis ini sebenarnya keluar dari seseorang yang berdiskusi dengan saia itu, saat saia mengutarakan konsep saia langsung ke dia. Konsep ikhlas yang dia katakan nantinya berlanjut ke konsep 'cinta'. Sekali lagi, dia so keras kepala dengan konsep cinta tulus itu nggak ada di dunia ini. Tunggu posting saia selanjutnya yah, tentu saja tentang konsep cinta dia dan tanggapan saia.
read more...

Cerita Diklat

Nov 12, 2008

Caution: Semua waktu yang tertulis hanya merupakan estimasi, bukan sesuatu yang tepat 100%

Selayaknya seorang anggota LK untuk mengikuti diklat kepemimpinan, itulah yang baru saja saia lakukan juga bersama yang lain. Saia selaku ketua HMP Teknologi Informasi yang merangkap menjadi BPMU Komisi Organisasi Universitas Ma Chung menjalani diklat untuk yang kedua kali. Dengan lokasi diklat di Baung Camp, semua cerita di bawah ini adalah yang saia alami selama diklat.

Hari pertama, 7 November 2008
17:00 - Persiapan keberangkatan. Saia sudah packing sejak sebelum kuliah. Intinya, saia mengikuti kuliah hari itu dengan sekumpulan pakaian dalam tas saia ditambah segepok kertas binder yang masih dalam plastiknya.
17:30 - Rencananya sih ini jam keberangkatan. Sayangnya ternyata masih ada unsur alami tidak-tepat-waktu yang hinggap di mental peserta. Akibatnya keberangkatan jadi terlambat.
18:00 - Berangkat dari kampus dengan "menunggang" bus kampus. Berbekal perut lapar dan besarnya tas, saia duduk di bagian paling belakang. Yang saia harapkan nanti tidak hilang dari saia adalah listrik dan sinyal. Tentu saja untuk berkomunikasi dan mengisi energi alat komunikasinya. Perkiraan lama perjalanan adalah 1 jam.
19:00 - Sampai di tempat tujuan, Baung Camp di kebun raya purwodadi, pasuruan. Sebuah wilayah konservasi alam yang masih terjaga. Turun dari bus untuk pembagian tenda. Ada 3 tenda, tenda 1 untuk para perempuan, tenda 2 dan 3 untuk para pejantan tangguh. Saia sendiri menempati tenda 3 karena berbagai alasan. Dan ternyata, "colokan" listrik hanya ada satu di tiap tenda, itupun terletak di luar untuk memberi energi bagi lampu yang menerangi tenda. Hari pertama ibarat dunia tanpa listrik. It's okay, baterai HP saia masih banyak.
19:10 - Makan malam yang paling ditunggu. Saia lupa apa menunya. yang pasti memenuhi 4 sehat. Ditambah dengan ruang makan yang terbuka, jangan bayangkan kalau di sana sangat dingin. Saia sama sekali nggak menyesal untuk nggak membawa selimut. Ya, yang saia dan semua rasakan adalah perasaan nggak nikmat yang biasa disebut "sumuk" atau "ongkep". Ditambah lagi dengan ratusan teman dari bangsa serangga, mulai dari semut, jangkrik, sampai kumbang seukuran 3 jari orang dewasa. Saia bayangkan kalau saja saia adalah pemakan serangga, saia pasti merasa di surga.
20:00 - Mulai sesi pertama, seingat saia namanya adalah NLP, tapi saia lupa kepanjangannya. NLP ini yang menggugurkan sekitar 6 peserta, termasuk 1 peserta yang sampai dibawa ke UGD dan divonis tidak boleh jalan selama 10 hari. Nah, seberapa menyeramkannya sesi ini? Saia akan cerita satu-persatu. Sesi ini diawali dengan pemberian teori tentang penggunaan emosi secara maksimal. Saia kurang setuju dengan ini. Harusnya yang benar adalah penggunaan persepsi secara maksimal. Karena sebenarnya yang dibahas adalah pengembangan dari teori THE SECRET. Yang saia suka dari sesi ini adalah pemberian semangat dengan cara teriak-teriak. Akibatnya ada beberapa teman saia yang kehilangan suaranya, bahkan sampai hari terakhir. Yang nggak saia suka apa? Banyak! Pertama, trainernya yang memberikan motivasi tanpa ekspresi. Saia jadi ragu kalau dia adalah trainer berpengalaman. Sebenarnya yang dia lakukan sama sekali nggak bisa membawa saia ke dunia motivasi, saia hanya mengikuti sesi itu dengan tetap memakai logika sepenuhnya. Kedua, nggak pintarnya si trainer dalam memberi motivasi. Itu masih ada hubungannya sama poin pertama dan yang ketiga nantinya. Nah, poin ketiga yang paling nggak masuk akal, yang paling mencelakakan. FireWalk, berjalan di atas bara api. Jadi, setelah selesai sesi motivasi, para peserta digiring ke suatu tempat dimana bara api sepanjang 4 meter disiapkan. Si trainer mengatakan bahwa ini untuk menguji keberanian, tentu saja dia jalan pertama kali saat bara api masih belum terlalu panas. Kesalahan dia adalah saat pertama dia mengatakan bahwa "Api jelas panas, nggak mungkin dingin!". Padahal itu bertentangan dengan apa yang dia omongkan di sesi motivasi. Saia langsung cerita hasil akhirnya saja, bagi saia api tersebut terasa panas. Bahkan waktu tidur pun masih terasa lukanya. Teman-teman saia, terutama para perempuan mengalami luka yang cukup parah. Seperti yang saia katakan sebelumnya, ada seorang anak yang terluka parah, kakinya melepuh dan nggak boleh jalan selama 10 hari. Akhirnya malam itu juga dia pulang. Beberapa teman yang lain juga mengalaminya. Kaki mereka melepuh, persis seperti luka bakar telapak pada umumnya. Kesalahan trainer adalah menyuruh peserta untuk segera memasukkan kaki ke air tepat setelah melewati bara api. Bodoh sekali, dari segi fisika dan biologi itu kan malah memperparah keadaan kaki. Sungguh trainer yang nggak punya ilmu. Setelah sesi selesai, hampir semua peserta menghabiskan odol dengan tidak pada tempatnya. Odol yang notabene terasa dingin dioleskan ke kaki masing-masing.
22:00 - Saatnya tidur dalam tenda. Cukup dengan berselimut sarung dan berbantal pakaian. Sebelum tidur tentunya nggak lupa melakukan "ritual" menelepon seseorang yang nggak jelas itu...

Comment lain tentang hari pertama:
- Bodohnya, saia baru ingat kalau saia nggak bawa handuk sesaat sebelum tidur. Akhirnya saia pakai baju saia yang sudah nggak kepakai untuk handuk saia.
- Saia sudah menduga hari-hari berikutnya akan terasa lebih sepi karena ada sebagian yang "tereliminasi" akibat sesi FireWalk.
- Ternyata kamar mandi cuma ada 4 dengan air yang lama sekali keluarnya. Untungnya airnya jernih dan segar.

Hari kedua, 8 November 2008
05:30 - Jadwal untuk bangun tidur dan senam. Sayangnya banyak peserta yang malas-malasan. Akibatnya sesi senam ditiadakan dan lanjut ke sesi makan pagi.
07:00 - Tepat setelah saia selesai mandi, saia pergi ke ruang makan terbuka dan segera menyantap hidangan yang tersedia.
08:15 - Sesi pelatihan dimulai dengan tema PDCA. Setelah selesai ceramah, sesi ini dilanjutkan dengan penganalisaan program kerja dari teman-teman BEMU.
12:00 - Sesi makan siang yang mengenyangkan.
12:45 - Sesi pelatihan kedua dimulai dengan tema MoneV, sesi yang lebih diprioritaskan untuk BPM, termasuk saia. Setelah itu sesi lanjut dengan pengerjaan MoneV bersama teman-teman BEMU.
16:30 - Harusnya sesi yang diisi oleh pejabat kampus bagian dana, yaitu tentang masalah pencarian sponsor. Tapi yang bersangkutan datang terlambat, tepatnya jam 17:30.
18:30 - Sesi makan malam yang nggak kalah mengenyangkan.
19:15 - Sesi presentasi dari masing-masing bidang BEMU dan komisi BPMU. Saia yang kebagian presentasi karena koordinator saia kehilangan suaranya akibat sesi hari pertama.
21:30 - Sesi tidur. Seperti biasanya, sebelum tidur saia menelepon seseorang nggak jelas yang nun jauh di sana. Ini yang nantinya mendatangkan bencana kecil bagi saia. Termasuk hazardous yang nantinya mungkin akan terjadi.

Comment lain tentang hari kedua:
- Saia semakin menyadari bahwa saia sebenarnya pemalas yang mendapat anugerah kecerdasan. Buktinya adalah saia menikmati sesi-sesi yang lebih ringan daripada diklat tahun lalu.
- Dengan poin di atas, saia merasa beruntung memilih untuk masuk BPM daripada BEM. Karena saia sudah menduga tugas BEM tahun ini pasti lebih berat dari tahun kemarin. Ya walaupun tugas BPM nggak ringan juga.

Hari ketiga, 9 November 2008
05:30 - Bangun tidur dan senam pagi, setelah itu langsung sesi makan pagi.
07:00 - Awal sesi outbond. Langsung saja, outbond terdiri atas team building dan outbond individu. Team saia bernama pinus. Sayangnya di sesi team building, team saia kalah 2 kali di permainan kirim bola dan spider web. Tapi menang 1 kali di permainan hulahoop.
10:00 - Sesi outbond individu, ada 2 macam. Flying fox dan High Rope. Permainan yang saia pilih pertama kali adalah Flying Fox. Kenapa? Karena sekali lagi pihak camp mengecewakan. Ternyata persiapan untuk outbond sama sekali belum dilakukan. Jadinya saia memilih permainan yang persiapannya relatif cepat. Setelah itu baru saia pergi ke area High Rope. Nggak ada yang menegangkan di dua permainan ini. Berkat manipulasi persepsi, sejak awal saia sudah merasa permainan ini sangat aman (meski di atas jurang tepat). Akibatnya sensasinya nggak terlalu terasa.
14:00 - Jam makan siang yang terlambat. Meskipun demikian, makan siang tetap dilakukan sendiri-sendiri sambil menunggu giliran di High Rope yang lama banget.
14:30 - Saia meninggalkan area High Rope untuk menuju ke tenda. Sambil menunggu balesan sms, saia ketiduran sampai jam setengah 4 sore.
15:30 - Saatnya evaluasi. Sebagian besar kritik mengarah ke panitia yang dinilai kurang sigap. Sebenarnya sangat ingin mengkritik pihak camp, sayangnya masih kurang keberanian untuk itu. Evaluasi berjalan sekitar satu setengah jam dengan topik mengarah ke panitia.
17:00 - Persiapan check out menuju Malang tercinta. Sungguh 3 hari yang melelahkan.
18:30 - Sampai di Universitas Ma Chung tercinta dan segera menuju rumah tercinta.

Comment lain tentang hari ketiga:
- Saia pertama kali ini melakukan outbond. Walaupun kurang terasa karena hanya 2 permainan, saia cukup puas. Apalagi begitu tahu kalau yang punya camp adalah tetangga saia sendiri. Haha, saia berharap nanti remaja perumahan diajak outbond gratis.
- Team Building dalam outbond ini kurang terasa. Peraturan team building tahun lalu lebih ketat dan itu yang membuat lebih ada rasanya.
read more...

Short Story About a Boy

Just ordinary confusing story

Being close with a girl is something hard, especially for someone who never be close with any girl yet. Terlebih lagi, jika hubungan yang terjadi begitu rumit. Let say thath both of them are in the same team, a team where they used to have fun together. Tentu saja dalam tim tersebut bukan hanya mereka berdua, masih ada anggota lainnya. But maybe they are too close each other, I don't know. Bahkan mungkin anggota tim yang lain sudah menyadarinya.

The boy who always use logic thinking manipulates his perception by himself, in order to act like ordinary friend, although his true feeling maybe quite different. Tentu saja si cowok nggak tahu apa yang sebenarnya dipikirkan si cewek. But actually he feels something weird deep in his heart, so weird that he couldn't tell what is it. Tapi nggak ada yang bisa dilakukan si cowok selain menunggu suatu hal yang pasti. Because he always think the effect before act.

Nah, sekarang apa yang bisa dilakukan? The boy feels that he can connect with the girl's way to think. Tapi tetap dia nggak tahu bagaimana jalan pikiran si cewek. Whether the girl feels that it's still normal relationship or not. Si cowok semakin bingung dengan kelakuan si cewek yang nggak terpola. So the boy's ability to learn something within something that is plotted do nothing. Bingung, bingung, dan bingung yang ada dalam pikiran si cowok. Moreover, the girl's position in the team is crucial. Si cowok nggak mau sesuatu terjadi dengan timnya, karena keputusan yang diambilnya sendiri.

Again, it depends on the boy's way to think. Si cowok selalu mengambil tindakan setelah menemukan suatu kepastian dari analisisnya. So it's possible that he will wait until that time. Tapi itu nggak sesuai dengan prinsip dia yang lain, yaitu dia nggak mau melakukan kesalahan yang sama. I mean that in the past he had wait for that in other case but because of that he failed to take his chance. Jadi kembali ke pertanyaan sebelumnya, apa yang harus dia lakukan? I have told him to act like usual. Maksudnya tetap lakukan apa yang dia lakukan saat ini, dan tunggu kesempatan dan juga kepastian.
read more...

Next Schedule at Araya's Stage

Nov 6, 2008

Posting about my band again

Akatsuki, my band is scheduled to play at Araya's Stage at November 2008. We don't play at J-Zone's event (but I'm not sure). I mean, I don't really know what is the event. I just want to play. What makes me crazy, is the duration. We are planned to play at least 12 songs in 40 minutes. Of course we have to practice hard, since the event is just started in next 2 weeks.

I heard that the event will be played for 3 days from Friday. I want to take a part at Saturday's. Again, what makes me crazy is how many songs. I'm not sure we can make it perfect, since my schedule is too full at my organization, since our drummer is hard to be serious at practice, since our vocalist has some troubles with her experiences.

But I still want to play, since I have new digital effect, haha... Ok, I intend to update this post until H-3. Please be free to see us at Araya's Stage. Wait wait... I will introduce my new vocalist, here is the photo with me at paparons backstage:


read more...

Arti dan Tujuan Hidup

Menanggapi seseorang yang tidak saia tahu yang menanyakan arti hidup bagi saia

Saia sebenarnya sudah lama ingin posting masalah ini. Mengingat pada dasarnya bagi saia yang pendiam ini, menulis adalah salah satu penyalur aspirasi. Oke, kembali ke topik utama, apa itu arti hidup.

Kata Dewa 19, hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti. Saia setuju sekali dengan pernyataan dalam lirik lagu "Hidup Adalah Perjuangan" milik mereka. Tapi, untuk apa semua perjuangan itu dilakukan? Saia tidak tahu bagaimana pengalaman orang lain, karena pada dasarnya saia bukan orang yang care dengan pribadi orang lain. Jadi saia akan cerita tentang diri saia saja. Saia sendiri merasa belum menemukan tujuan dari perjuangan hidup tersebut.

Dalam persepsi saia, saat ini saia berjuang untuk mendapatkan segala hal yang mampu dan berpeluang untuk saia dapatkan. Sehingga pada saat saia menemukan tujuan hidup saia yang sebenarnya, saia tidak perlu susah-susah lagi berjuang dari awal. Karena saia sudah memiliki aset yang dapat saia gunakan sewaktu-waktu.

Selama ini saia hanya hidup mengikuti arus saja. Artinya apa yang terjadi di sekitar saia ya saia jalani begitu saja. Ini yang ingin saia ubah. Saia ingin membuat arus tersendiri. Arus dimana orang lain dapat ikut mengarunginya. Tapi tidak semua orang saia biarkan mengikuti arus yang saia buat. Akan ada seleksi yang cukup berat untuk mengikuti arus buatan saia. Mengapa? Karena mengingat betapa terlogikanya saia kalau berpikir, kadang-kadang dalam melakukan suatu hal saia sama sekali tidak memakai perasaan. Saia selalu berpikir panjang dalam melakukan sesuatu. Jarang ada orang yang bisa bertahan mengikuti jalan pikiran saia. Pernah ada sih, tapi orangnya saat ini benar-benar sudah tiada.

Terkadang saia merasa iri dengan orang-orang yang memiliki dunianya sendiri. Sebagai contoh, dulu semasa SMA ada beberapa anak yang suka dan sering sekali bermain kartu permainan seperti Yu-Gi-Oh. Saia tidak memungkiri bahwa saia juga suka. Tapi sebagian besar orang menganggap apa yang mereka lakukan itu bodoh. Yang saia heran dan kagum, mereka sama sekali tidak menganggap pernyataan orang-orang tersebut. Mereka bangga dengan apa yang mereka lakukan. Dan mereka memiliki dunia sendiri. Karena itu saia pun juga ingin dan berusaha menciptakan dunia saia sendiri.

Nah, suatu saat pasti ada titik jenuh dimana saia sedang sendirian mengarungi arus saia. Tidak ada orang lain dengan kapabilitas yang sama dengan saia. Kalau begitu apa yang saia lakukan? Tentu saja saia akan melakukan adaptasi dengan lingkungan saia. Ini yang sedang saia coba lakukan. Saia yang terlalu terlogika ini mencoba dekat dengan banyak orang yang lebih banyak menggunakan emosinya, seperti "the girl" dalam posting saia sebelumnya.

Dengan itu semua saia berharap dapat menemukan suatu tujuan pasti dalam hidup. Tujuan yang benar-benar murni dari dalam hati saia, yang unik, artinya tidak ada orang lain yang memiliki tujuan hidup yang sama. Pasti mengasyikkan kalau menggabungkan emosi dengan logika. Nantinya seperti yang saia tulis pada welcome message, saia akan membawa setidaknya 2 orang untuk ikut dalam dunia dan tujuan saia. Namun tetap saia tidak bisa mengatakan siapakah 2 orang tersebut sampai saia sudah benar-benar menemukan mereka.
read more...

My Photoshop Project

Nov 3, 2008

Originally written at 2008, 14th April

Haha... Fortunately, I had finished the Photoshop task in my university. I finish it just in one night, although the task has been announced 2 months ago (hahaha). It was confusing to find an idea. But I have done it!!! And I am satisfied with my design. I looks quite good (for me).

Ok, ok. Here is my design, and please give comment :



But, the lecturer said that the good designer has to present his design (maybe the techniques and others) in front of others. My feeling said that I would be one of the best (haha, so arrogant).
read more...

A Burden of a Girl

I hope this post will inspire you who feel the same experience

I know I don't have permission to tell this story yet, from her. So I don't tell who are the girl in this post neither her name. But I just want to write what my perception.

Someone close to me ask something, how can she face her burden. What is her burden? She said that her ex-boyfriend still carries half of her heart. I asked why she can't forget that, she answered that good and bad memories with him can't easily be forgotten. She also said that many people have told her to forget her ex-boyfriend, but she can't.

Okay, based on my analysis, I can give some solutions, here :

  1. I have told her too manipulate her perception. I mean something like running from the problem by thinking another good think. But she said that everytime her ex-boyfriend call her, she recall what they used to do when they were still as a couple. The worse thing is her ex-boyfriend called her just when he had a bad experience to share with her.
  2. Finding someone that can replace him. Maybe this solutions has been told to her many times. But as I can think from his story line, she has tried to do that. She told me that she was with another boyfriend about 2 months ago. But after just a few time they broke because of something I can't tell. After that she has a trauma to find any boyfriend.
  3. Finding someone that make her enjoy. This solution is quite different with the 2nd's. I mean she don't have to directly find someone who can replace him, just find someone that can make her smile and laugh without any burden. I think this will make the 2nd's happens too.
  4. Brainwashing?! (just kidding...)

After that, I think the real problem is point 2, she has a trauma. Of course because of that she doesn't have any boyfriend now. That means that every her free time, her memory automatically recall her bad experience, whether she wanted or not. And without a boyfriend, her ex-boyfriend feel free to call her anytime. Of course the point 1 won't work too. Maybe she should try the 3rd solution, haha... just kidding.

I know that is her choice. She wants to be alone for sometime. I agree. I will suggest her to try to find friends as many as she can, and fill her free time with any activities that make her to forget her bad experience step by step. Last thing, I hope she will be happy with us, right fussy girl?! haha... don't angry...
read more...

Igloo from Wikipedia

Presented for someone who call me as "Igloo"

An igloo translated sometimes as snowhouse, is the Inuit word for house or habitation, and is not restricted exclusively to snowhouses but includes traditional tents, sod houses, homes constructed of driftwood and modern buildings.


Igloo as a snowhouse
When used to refer to a snowhouse an igloo is a shelter constructed from blocks of snow, generally in the form of a dome. Although igloos are usually associated with all Inuit, they were predominantly constructed by people of Canada's Central Arctic and Greenlands Thule area. Other Inuit people tended to use snow to insulate their houses which consisted of whalebone and hides. Snow was used because its low density makes it an insulator. On the outside, temperatures may be as low as −45 °C (−49.0 °F), but on the inside the temperature may range from −7 °C (19 °F) to 16 °C (61 °F) when warmed by body heat alone.

Traditional Types
There were three traditional types of igloos, all of different sizes and all used for different purposes.

The smallest was constructed as a temporary shelter, usually only used for one or two nights. These were built and used during hunting trips, often on open sea ice.

Next in size was the semi-permanent, intermediate-sized family dwelling. This was usually a single room dwelling that housed one or two families. Often there were several of these in a small area, which formed an "Inuit village".

The largest of the igloos was normally built in groups of two. One of the buildings was a temporary structure built for special occasions, the other built nearby for living. These might have had up to five rooms and housed up to 20 people. A large igloo might have been constructed from several smaller igloos attached by their tunnels, giving common access to the outside. These were used to hold community feasts and traditional dances.

Construction
The snow used to build an igloo must have sufficient structural strength to be cut and stacked in the appropriate manner. The best snow to use for this purpose is snow which has been blown by wind, which can serve to compact and interlock the ice crystals. The hole left in the snow where the blocks are cut from is usually used as the lower half of the shelter. Sometimes, a short tunnel is constructed at the entrance to reduce wind and heat loss when the door is opened. Due to snow's excellent insulating properties, inhabited igloos are surprisingly comfortable and warm inside. In some cases a single block of ice is inserted to allow light into the igloo. Architecturally, the igloo is unique in that it is a dome that can be raised out of independent blocks leaning on each other and polished to fit without an additional supporting structure during construction. The igloo, if correctly built, will support the weight of a person standing on the roof. Also, in the traditional Inuit igloo the heat from the kulliq (stone lamp) causes the interior to melt slightly. This melting and refreezing builds up an ice sheet and contributes to the strength of the igloo. The sleeping platform is a raised area compared to where one enters the igloo. Because warmer air rises and cooler air settles, the entrance area will act as a cold trap whereas the sleeping area will hold whatever heat is generated by a stove, lamp or body heat.

source: http://en.wikipedia.org/wiki/Igloo
read more...

Yeah, I Really Love My Digitech RP250

I have bought new digital effect.

After so long waiting time, I can bring my dream into reality. A part that is important to my life. Yes, music. I have been playing guitar since my 1st year in Senior High School, after an accident that make me stop playing basketball. My first band is Chopper, created by a group of students include me and "F". Its purpose is to challange the annual band festival in my school. Yeah, my skill is just like a new born baby, of course we couldn't win the festival, and as at the festival I borrowed a digital effect from my friend.

I had been trying to find new band after the death of "F". At the next band festival in my school, I was acquainted with bassist of my current band, Akatsuki. Akatsuki isn't band that will challange the festival in my school, I mean this is my external band. I like this band since its genre is Japanese Music. And my skill grows much while in this band. Okay, okay. I think I have told about this band in another post. So in this post I just mention a little.

Having found new vocalist, I hope this band will be more solid, since based on the other vocalist, I am closer with "this" one (sorry beybeih for using "this"!!). My feeling grows, my ambition grows, and I really want to buy new digital effect. Like I said before, my target is Digitech RP250. I have investigated where I can buy the cheapest one. A man who I want to order the effect said that the stock is empty. And the unlucky thing is I want to buy at the time of Global Economy Crisis, where Rupiah-Dollar rate is going higher.

I don't want to miss the chance, so I decided to borrow 400thousand rupiah from my mom and I bought at ordinary music store (since I just had 1,250,000). I got the effect with Rp1,650,000. Woa!!! I am so happy! The next day I bought new bag for its softcase. What make me proud is I use my own money to buy. My money I get from my works.

Okay, what is the advantage of having this effect? I will tell. When I did't have the digital effect, I was too lazy to arrange any song and too lazy to practice. Why? because I don't have guitar amplifier too and I don't have any accoustic guitar. And now, after I have have this effect, my intuition grows up every time I touch my guitar. The biggest advantage is I can arrange any new song whenever I want. When write this post, I have arranged new song for "F". I will upload as soon as the demo is fixed.

Hikz... hikz... I really want to upload photos when I playing guitar with this effect. Hahaha... My vocalist already said that I am too-proud-about-myself, right beybeih?! Okay, this post ends here.
read more...